Kota Kembang Menyambut Jakarta Banteng

Written by admin on August 7, 2010 – 1:09 am -

Panasnya terik matahari di Sabtu siang, 31 July pukul 14.00 WIB, membakar semangat komunitas olahraga Rugby Union Indonesia dengan berlangsungnya pertandingan eksibisi antara tuan rumah Bandung Rams melawan Jakarta Banteng Rugby Club di Stadion Sabuga, Bandung dalam rangka “Bandung Rugby Expo 2010”.

Walaupun hanya disaksikan beberapa puluh pasang mata pecinta olahraga kota Bandung, pertandingan yang diselenggarakan sebagai upaya untuk lebih mempopulerkan olahraga alternatif yang sangat dinamis ini dapat dinilai cukup berhasil. Terbukti dari kehadiran Dra. Hj. Ai Supriati dari Komisi Hukum KONI Daerah JABAR yang sangat antusias mengikuti jalannya pertandingan ini.

“Kami dari KONI Daerah JABAR sangat senang dengan adanya olahraga rugby union di daerah binaan kami. Kami telah mendengar bahwa beberapa atlet rugby Bandung Rams telah mewakili timnas Indonesia dalam berbagai kejuaraan dan kami rasa dengan semakin populernya olahraga, juga dengan pembinaan yang baik maka Jawa Barat dapat menghasilkan atlet-atlet lain yang dapat turut mengharumkan nama Bangsa.”

Dalam pertandingan yang berlangsung sangat keras namun tetap senantiasa sportif tersebut, Bandung Rams mencetak try pertama melalui terobosan backs-nya yang cepat. Jakarta Banteng memerlukan sedikit waktu untuk membalas melalui ‘drive’ forwards pack-nya dan pada akhir babak pertama memimpin 24-15.

“Kami sadar bahwa akan sulit untuk mengimbangi permainan Banteng melalui forwards kami jadi kami memutuskan untuk bermain cepat melalui backs,” tutur Theo Joku dari Bandung Rams.

Dengan taktik ini, Bandung Rams berhasil menerobos untuk mencetak dua try tambahan pada babak kedua namun tidak dapat menahan laju Jakarta Banteng yang konsisten di lineout dan defense sehingga menyerah 41-15.

“Kami sangat senang akhirnya dapat bermain di Bandung,” kata Denny selaku Ketua Jakarta Banteng, “Banyak pemain seperti Ari Yuda yang merupakan pemain junior yang baru bermain untuk club hari ini dan dapat menunjukkan kehebatannya di lapangan. Pemain senior seperti Yudha Ramon, Slash dan Didi juga hadir untuk menambah daya saing kami. Tapi pada akhirnya, rugby selalu tentang keksatriaan dan persahabatan dan kita benar-benar merasakannya di Bandung hari ini.”

“Kami dari Persatuan Rugby Union Indonesia sangat mendukung kegiatan rugby untuk tambah memasyarakatkan olahraga ini di Indonesia,” kata Iswahyudi selaku Rugby Development Manager PRUI, “Kami juga berencana melibatkan berbagai perguruan tinggi yang ada di Bandung dan sekitarnya seperti UPI, ITB, UNPAD dan UNPAR untuk aktif terlibat dalam olahraga dan komunitas rugby sehingga olahraga ini dapat semakin berkembang di Jawa Barat.”

PRUI sedang giat memasyarakatkan baik Rugby 15s yang merupakan versi tradisional rugby union, maupun Rugby 7s yang merupakan versi yang baru-baru ini diputuskan untuk dipertandingkan pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

foto2 dapat dilihat di facebook Banteng

==========================================================================

Rugby Exhibition Game Ignites Interest in Bandung

Despite the afternoon kickoff time of 2.00 pm, Stadion Sabuga Bandung proved to be a hot venue for the exhibition game between hosts Bandung Rams and Jakarta Banteng which was held last Saturday of July in the city they dub the Paris of Java.

Although the crowd was miniscule when compared to the legions that would flock the more well-known games of soccer and badminton, those who braved the heat certainly appreciated the fiery ferocity of the hard-fought match.

“This is the first time that I have ever seen a rugby game and I must say I am very impressed,” says Dra. Hj. Ai Supriati, who represented the provincial KONI office of West Java, “I admire the agression of the game but also its sportsmanship and fair play. I’m sure West Java has a lot of people who would be keen to play and excel in the sport” she added, saying that she would look forward to seeing rugby being played at the West Java KONI field in the centre of Bandung.

The home crowd cheered as Bandung scored the first try of the game but Banteng quickly regained the upper hand through their consistent forwards and strong driving tactics. Halftime, 24-5 to Banteng.

“We realised it would be difficult to match the bigger Jakarta boys in the forwards so we fell back to our strengths through our quicker backs,” said Theo Joku of the Bandung Rams.

Utilising their speed Bandung scored two more tries in the second half but Banteng added another three to come out ahead 41-15.

“We’re really happy to be able to play a game here in Bandung and introduce the game to the locals,” said Denny who is Chairman of the Banteng, “We’ve brought a mix of senior and relatively new players on this trip and everyone played a great game, but at the end of the day we really appreciate the atmosphere of friendship shared by rugby players everywhere and we really felt that here, today.”

“PRUI plans to start students playing at the local universities in Bandung,” says Iswahyudi, PRUI’s Rugby Development Manager, “We’ve already approached UPI and ITB and UNPAD as well as UNPAR are also very interested to get a side started. We really see growth for the sport in West Java.”

PRUI is actively promoting and developing both Rugby XVs and Rugby Sevens throughout all age groups in Indonesia, especially as Rugby Sevens will become an Olympic sport in the Rio de Janeiro Games 2016.

photos please check Banteng facebook


Posted in News | No Comments »

Jakarta Banteng Memperkenalkan Rugby Sevens Pada Jakarta

Written by admin on July 19, 2010 – 3:41 pm -

Bertempat di Lapangan ABC, Gelora Bung Karno, Jakarta Banteng Rugby Club (JBRC) menyelenggarakan acara “Banteng Internal Sevens – Rugby Sevens di Jakarta” pada hari Sabtu 17 Juli 2010.

Empat tim yang terdiri dari gabungan senior dan junior JBRC bertarung dengan keras untuk menunjukkan kepada Jakarta olahraga Rugby Sevens yang pada awal tahun ini terpilih untuk dipertandingkan sebagai cabang pada Olimpiade musim Panas di Rio de Janeiro 2016 nanti. Event yang disponsori oleh Laing-O’Rourke, Britmindo dan AEL ini sekaligus untuk memperebutkan “Craig Senger Cup” yang dicanangkan untuk mengenang salah satu anggota JBRC, Craig Senger, yang tewas dalam tragedi bom JW Marriott II setahun yang lalu.

“Craig Senger lebih dari sekedar pemain rugby.” jelas Bobby Orlando yang dijuluki ‘Babeh’ oleh teman-teman satu klubnya, “Ia seorang yang sangat mencintai Indonesia, terbukti dari ia memilih untuk bermain bersama tim yang mayoritasnya adalah orang Indonesia dan bukan ekspatriat, sementara ia sendiri orang Australia. Dia orangnya sangat sportif dan juga senang bercanda… apalagi kalau dia suka salah mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia… lucu banget! Tapi itulah… dia memang berusaha keras untuk bergabung dengan orang kita…” kenangnya.

“Rugby itu olahraga yang sisi sosialnya sangat positif dan penuh keakraban,” kata Denny selaku Ketua JBRC, “Sekarang dengan banyaknya anggota dari tingkat sekolah hingga tingkat senior, kita serasa punya ‘keluarga’ besar sekali dan kita menginginkan lebih banyak orang lagi yang dapat merasakan suasana ini.”

Pada akhir turnamen, Tim Debeejeez keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tim Revo pada final sementara Tim Manis Manja mengalahkan Tim Flying Lily untuk mendapatkan peringkat ketiga. Para anggota JBRC wanita juga sempat melakukan pertandingan eksebisi di antara kedua pertandingan final.

“Kami dari Persatuan Rugby Union Indonesia sangat bangga terhadap JBRC atas terselenggaranya acara ini,” kata Stephen Barber selaku Ketua PRUI, “Besar harapan kami bahwa Rugby Sevens semakin terkenal dan banyak dimainkan di Indonesia sehingga cita-cita kami untuk turut dalam Olimpiade 2016 dapat menjadi kenyataan.”

Dengan penuh semangat, walaupun terdapat luka dan lecet akibat tackling yang menjadi ciri khas olahraga keras ini, para pemain dan ofisial JBRC terlihat sangat gembira. Dalam caranya sendiri, mereka telah memperkenalkan olahraga yang mereka cintai pada masyarakat Jakarta.

–English version–
JAKARTA SAMPLES TASTE OF OLYMPIC RUGBY

Although many may have forgotten the name of Australian, Craig Senger, to a growing group of Jakarta rugby union players that make up the predominantly Indonesian Jakarta Banteng Rugby Club, the name will always be remembered.

Craig was an avid rugby player and fan who after coming to work in Jakarta for Austrade, opted to play with Jakarta Banteng whose members are mainly Indonesian and have very little experience of the game. Craig Senger played with the Banteng for almost two seasons before tragically losing his life on the morning of the 17th of July 2009, in a suicide bomb attack inside the J. W. Marriott hotel restaurant where he was attending a breakfast meeting….

One year to the day of this tragic event, Jakarta Banteng Rugby Club held an internal Rugby Sevens tournament in which four teams made up of the club’s increasing number of senior and junior players vied for the first ever Craig Senger Cup to honour their departed brother. The event was also showcased as a Jakarta exposè for the fast-paced version of Rugby Union, which will be an Olympic event in Rio de Janeiro in 2016. The tournament was held at Lapangan ABC on Saturday and whilst the competition was thrilling and hard-fought, for the club players and supporters along with the many soccer players who sat wide-eyed and watched their first ever games of rugby, the event was an example of a thoroughly enjoyable day; a day of rugby camaraderie.

“Craig wasn’t just a player” said Bobby Orlando, the recognized father-figure of the club who is nick-named ‘Babeh’ by his clubmates. “Craig was an all-round good man who loved the spirit of the game, the club, his friends and especially the people of Indonesia. We remember our brother with love today by playing the game that we loved to play together.”

Seniors and juniors of the club were divided to form four mini-teams that allowed for pool games as well as two finals to be played. An exhibition game by the club’s girls & women’s players was held in between the two finals.

“Rugby is definitely growing in Indonesia and you can see that by the number of players that now belong to the club” says Denny, the club Chairman. “When we first started, there were times that only five or six players turned up to training but now we get sessions where up to 50 people turn up, both male and female” he continues.

The club attempts to be self-funded and raises money through sponsorship from companies such as Laing-O’Rourke, Britmindo and AEL as well as carrying out raffles, selling club apparel, souvenirs and also donations from the players. Several players have been capped in both the national XV’s Rhinos squad as well as the national Sevens team, dubbed the Harimau.

“We love rugby!” says Jounah Christy and Akmal Nasser almost in unison. “We don’t just love the sport but also the social aspects of the rugby culture.” continues Jounah.

“Yes, rugby is a great sport but it also brings people together as friends and family”, Akmal chips in, “I’m a student in Jakarta and my parents and family live in Sumatra but I’ve got my ‘brothers and sisters’ here in Banteng,” he concludes.

“That’s right!” agrees SMA Al-Chasanah student and girl rugby player Saima. “Jakarta Banteng has introduced us to rugby and rugby has introduced us to new friends who have become our brothers, sisters, uncles and aunts. We really are like a big family and more than just the sport, I think that’s what’s so great about rugby.”

Team Debeejeez eventually took the inaugural Craig Senger Cup after beating Team Revos 5-0 in a very tight and fast-paced final, whilst Team Manis-Manja took out the Bowl after beating Team Flying Lilys in the game beforehand.

Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI – the Indonesian Rugby Football Union) Chairman Stephen Barber who was also in attendance pledged support from the union for continued and sustainable rugby development. “The sport has grown in significance over the past few years here in Indonesia and PRUI now has in place sponsorship from companies such as Asiarep, Offshore Services International, Coca-Cola and Maxidrill to make sure that rugby continues to be developed at ‘grass-roots’ level, through all age groups. Two thumbs up to Banteng for the tournament which commemorates a fallen comrade… that truly embodies the rugby spirit.”

When asked about the prospect for Indonesian Rugby making the Olympic Games, Mr. Barber responds with enthusiasm. “Nothing is impossible and Rugby Sevens in the Olympics gives Asian countries such as Indonesia a chance to go for Olympic glory despite being a little smaller than their western counterparts. In rugby, what really matters is heart and Indonesian rugby players have plenty of that. But we also believe in growing XV’s rugby in line with the Asian Rugby Football Union and International Rugby Board’s long-term vision. It would be a dream come true to have an Indonesian team in the Rugby World Cup one day!”

For now however, Indonesian rugby must continue to work hard and play hard for rugby to take root in the Indonesian sporting community but rest assured that clubs such as Jakarta Banteng scattered across the archipelago are keeping the dream alive.


Posted in News | No Comments »

Jakarta Banteng Galakkan Pembinaan Rugby Putri

Written by admin on April 14, 2010 – 12:56 am -

Setelah berlangsungnya turnamen serupa untuk para pemain putra sehari sebelumnya, para pemain rugby union putri SMA se-Jakarta Raya pun melangsungkan pertandingan-pertandingannya dalam BRITMINDO Labsky Skybattle – Jakarta Banteng Rugby Club School Rugby Sevens Tournament 2010 kemarin (1/ 4) di SMA Labschool Kemayoran, Jakarta.

Para Srikandi rugby union Jakarta Raya bertanding dengan penuh semangat dan kegigihan yang luar biasa untuk memperebutkan BRITMINDO Cup, Plate dan Jug yang tersedia. Tahap ‘pool’ berlangsung keras dan ketat dimana pada akhirnya, peringkat 3 dan 4 perlu ditentukan oleh selisih poin kemasukan. SMA 3 dan SMA Al-Chasanah kemudian bertanding untuk memperebutkan Juara Tiga, sementara SMA Global Jaya dan SMA Labschool Kebayoran bertamemu di partai akhir untuk membagi antara Juara Satu dan Dua.

Sore hari yang semakin sejuk ditandingi oleh panasnya aksi para siswi-siswi yang berada di lapangan. SMA Global Jaya pada akhirnya mengikuti rekan-rekan tim putra mereka dengan menggondol Juara Satu. SMA Labschool harus berpuas di peringkat dua disusul SMA 3 di peringkat tiga. Para putri SMA Al-Chasanah yang baru bermain selama dua minggupun mencatat prestasi luar biasa dengan memenangkan salah satu pertandingan ‘pool’-nya melawan tim dari SMA 3 yang jauh lebih berpengalaman. Dua try dicetak winger mungil dari Al-Chasanah, Sela yang merupakan try-try pertama yang pernah dicetak dalam sejarah rugby putri sekolah tersebut. Pemain terbaik turnamen diberikan kepada pemain lincah dari SMA Labsky, Inez Nur Aulia.

“Besar harapan kami, putri-putri ini dapat suatu saat bermain untuk tim putri di Jakarta Banteng”, kata Denny sang ketua klub rugby union pelopor dari Jakarta ini. “Tentunya kami juga berharap mereka dapat menjadi cikal-bakal timnas putri nasional yang akan dibentuk tahun ini.”

“Jangka panjangnya, timnas putri nasional memang harus dibentuk”, lanjut Alan Nye selaku sponsor utama dari BRITMINDO,”terutama sejak rugby dimasukkan sebagai cabang olahraga Olimpiade 2016 nanti. Kami sangat mendukung perkembangan rugby union putra dan putri untuk prestasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Mereka benar-benar bermain penuh semangat!”

Penggalakkan pembinaan olahraga rugby union untuk putri kiranya akan semakin bertambah dilakukan oleh para insan rgby union di seluruh Indonesia seiring semakin populernya olahraga tersebut dimainkan di seantero Nusantara.

foto2 lanjut dapat dilihat di album fb jakartabanteng disini

(TV/SG)


Posted in News | No Comments »

Komitmen BANTENG Terhadap Pembinaan Rugby Berlanjut

Written by admin on April 14, 2010 – 12:00 am -

Tito Vau

Gelanggang Olah Raga Pertamina Simprug menjadi saksi penyelenggaraan BRITMINDO Labsky Skybattle Schools Rugby Sevens Tournament 2010, Rabu (31/3) petang hingga malam hari.

Turnamen yang diselenggarakan oleh Jakarta Banteng Rugby Club (JBRC) sebagai pelopor olahraga rugby union di Jakarta, menjadi ajang prestasi bagi sekolah-sekolah yang telah dibina oleh klub tersebut. Antusiasme pemain dan penonton terlihat nyata sementara lapangan yang cenderung berlumpur dipenuhi pemain-pemain dari empat sekolah di Jakarta Raya yang beradu kecepatan dan fisik menggenggam si bola lonjong dan mencetak try.

“Kami memang selalu berkomitmen pada pembinaan rugby union pada pemain usia muda,” kata Denny, ketua JBRC. “Merekalah masa depan olahraga ini baik secara prestasi maupun dari sisi nilai-nilai sportifitas yang terkandung di dalamnya.”

Setelah melewati babak ‘pool’ yang ketat, perebutan juara 3 dan 4 dipertandingkan antara SMA 3 dan SMA Al-Chasanah sementara pada partai puncak SMA Global Jaya bertanding melawan Labshool Kebayoran. Pada akhirnya, SMA 3 merebut Juara Ketiga dan Labschool Kebayoran Juara Kedua sementara SMA Global Jaya menjadi Juara Pertama setelah final yang berlangsung ketat dan tegang. Pemain SMA Global Jaya, Izzy, juga memenangkan predikat sebagai Pemain Terbaik Turnamen.

“Kami tidak terlalu kecewa dengan hasil yang terjadi,” kata Iswahyudi yang selaku Manajer Pembinaan Rugby dari Persatuan Rugby Union Indonesia telah melatih SMA Al-Chasanah selama ini. “SMA Al-Chasanah baru berlatih selama dua minggu ini dan mereka menunjukkan karakter dan daya juang yang tinggi yang tentu akan menjadi modal untuk prestasi di masa depan.”

“BRITMINDO sangat mendukung kompetisi di usia muda seperti ini karena walaupun belum terlalu populer tapi rugby union membangun semangat pantang menyerah dan saling menghormati yang luar biasa. Ini merupakan sifat yang sangat baik untuk diturunkan pada generasi muda,” lanjut Alan Nye selaku Direktur sponsor utama turnamen ini, British Indonesia Mining.

Di senja hari setelah tubhuh-tubuh muda yang penuh lumpur dan letih berjalan keluar areal pertandingan, senyum-senyumpun berkembang puas karena telah mengalami persaudaraan dalam rugby union…

album foto di facebook click di sini

English Translation
BANTENG CONTINUES COMMITMENT TO JUNIOR DEVELOPMENT

GOR Pertamina in Simprug saw the inaugural BRITMINDO Labsky Skybattle Schools Rugby Sevens Tournament 2010 held by Jakarta Banteng Rugby Club (JBRC), Wednesday afternoon (31/3) in Jakarta.

This tournament sees four schools in the greater Jakarta area where JBRC has developed rugby, come together to strut their stuff and test the playing field in regional schools sevens rugby.

“We’ve always been committed to junior development. JBRC believes the youth are the future of the game whether in a competitive sense or through the values that the game has to offer off the pitch and in day-to-day life,” says club Chairman Denny.

After an exciting pool round, SMA 3 took on SMA Al-Chasanah in the Jug Finals as SMA Global Jaya and Labschool vied for Cup and Plate. Both final matches were played aggressively and saw some very skilfull rugby being played. SMA Global Jaya became eventual Cup winners with Labschool taking the Plate and SMA 3 the Jug.

“The boys aren’t too upset about coming last,” says Iswahyudi who as Persatuan Rugby Union Indonesia’s Rugby Development Manager has been coaching at SMA Al-Chasanah. “They’ve only had two weeks of training and the character and determination they’ve shown on the field today shows the right foundation for future rugby achievements for them. I’m very proud of them.”

“We are very happy to be part of a junior tournament such as this,” continues Alan Nye of BRITMINDO, major sponsors of the tournament. “To see the young embrace the sport and the characteristics of perseverance and respect that the sport embodies is thrilling. They’ve got a lot of heart, these kids!”

As the night wore on and the weary and weathered bodies walked off the pitch, you could not help noticing the young smiles breaking out amongst the youthful rugby brethren…

more photos on our fb page click here


Posted in News | No Comments »