Kota Kembang Menyambut Jakarta Banteng

Panasnya terik matahari di Sabtu siang, 31 July pukul 14.00 WIB, membakar semangat komunitas olahraga Rugby Union Indonesia dengan berlangsungnya pertandingan eksibisi antara tuan rumah Bandung Rams melawan Jakarta Banteng Rugby Club di Stadion Sabuga, Bandung dalam rangka “Bandung Rugby Expo 2010”.

Walaupun hanya disaksikan beberapa puluh pasang mata pecinta olahraga kota Bandung, pertandingan yang diselenggarakan sebagai upaya untuk lebih mempopulerkan olahraga alternatif yang sangat dinamis ini dapat dinilai cukup berhasil. Terbukti dari kehadiran Dra. Hj. Ai Supriati dari Komisi Hukum KONI Daerah JABAR yang sangat antusias mengikuti jalannya pertandingan ini.

“Kami dari KONI Daerah JABAR sangat senang dengan adanya olahraga rugby union di daerah binaan kami. Kami telah mendengar bahwa beberapa atlet rugby Bandung Rams telah mewakili timnas Indonesia dalam berbagai kejuaraan dan kami rasa dengan semakin populernya olahraga, juga dengan pembinaan yang baik maka Jawa Barat dapat menghasilkan atlet-atlet lain yang dapat turut mengharumkan nama Bangsa.”

Dalam pertandingan yang berlangsung sangat keras namun tetap senantiasa sportif tersebut, Bandung Rams mencetak try pertama melalui terobosan backs-nya yang cepat. Jakarta Banteng memerlukan sedikit waktu untuk membalas melalui ‘drive’ forwards pack-nya dan pada akhir babak pertama memimpin 24-15.

“Kami sadar bahwa akan sulit untuk mengimbangi permainan Banteng melalui forwards kami jadi kami memutuskan untuk bermain cepat melalui backs,” tutur Theo Joku dari Bandung Rams.

Dengan taktik ini, Bandung Rams berhasil menerobos untuk mencetak dua try tambahan pada babak kedua namun tidak dapat menahan laju Jakarta Banteng yang konsisten di lineout dan defense sehingga menyerah 41-15.

“Kami sangat senang akhirnya dapat bermain di Bandung,” kata Denny selaku Ketua Jakarta Banteng, “Banyak pemain seperti Ari Yuda yang merupakan pemain junior yang baru bermain untuk club hari ini dan dapat menunjukkan kehebatannya di lapangan. Pemain senior seperti Yudha Ramon, Slash dan Didi juga hadir untuk menambah daya saing kami. Tapi pada akhirnya, rugby selalu tentang keksatriaan dan persahabatan dan kita benar-benar merasakannya di Bandung hari ini.”

“Kami dari Persatuan Rugby Union Indonesia sangat mendukung kegiatan rugby untuk tambah memasyarakatkan olahraga ini di Indonesia,” kata Iswahyudi selaku Rugby Development Manager PRUI, “Kami juga berencana melibatkan berbagai perguruan tinggi yang ada di Bandung dan sekitarnya seperti UPI, ITB, UNPAD dan UNPAR untuk aktif terlibat dalam olahraga dan komunitas rugby sehingga olahraga ini dapat semakin berkembang di Jawa Barat.”

PRUI sedang giat memasyarakatkan baik Rugby 15s yang merupakan versi tradisional rugby union, maupun Rugby 7s yang merupakan versi yang baru-baru ini diputuskan untuk dipertandingkan pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

foto2 dapat dilihat di facebook Banteng

==========================================================================

Rugby Exhibition Game Ignites Interest in Bandung

Despite the afternoon kickoff time of 2.00 pm, Stadion Sabuga Bandung proved to be a hot venue for the exhibition game between hosts Bandung Rams and Jakarta Banteng which was held last Saturday of July in the city they dub the Paris of Java.

Although the crowd was miniscule when compared to the legions that would flock the more well-known games of soccer and badminton, those who braved the heat certainly appreciated the fiery ferocity of the hard-fought match.

“This is the first time that I have ever seen a rugby game and I must say I am very impressed,” says Dra. Hj. Ai Supriati, who represented the provincial KONI office of West Java, “I admire the agression of the game but also its sportsmanship and fair play. I’m sure West Java has a lot of people who would be keen to play and excel in the sport” she added, saying that she would look forward to seeing rugby being played at the West Java KONI field in the centre of Bandung.

The home crowd cheered as Bandung scored the first try of the game but Banteng quickly regained the upper hand through their consistent forwards and strong driving tactics. Halftime, 24-5 to Banteng.

“We realised it would be difficult to match the bigger Jakarta boys in the forwards so we fell back to our strengths through our quicker backs,” said Theo Joku of the Bandung Rams.

Utilising their speed Bandung scored two more tries in the second half but Banteng added another three to come out ahead 41-15.

“We’re really happy to be able to play a game here in Bandung and introduce the game to the locals,” said Denny who is Chairman of the Banteng, “We’ve brought a mix of senior and relatively new players on this trip and everyone played a great game, but at the end of the day we really appreciate the atmosphere of friendship shared by rugby players everywhere and we really felt that here, today.”

“PRUI plans to start students playing at the local universities in Bandung,” says Iswahyudi, PRUI’s Rugby Development Manager, “We’ve already approached UPI and ITB and UNPAD as well as UNPAR are also very interested to get a side started. We really see growth for the sport in West Java.”

PRUI is actively promoting and developing both Rugby XVs and Rugby Sevens throughout all age groups in Indonesia, especially as Rugby Sevens will become an Olympic sport in the Rio de Janeiro Games 2016.

photos please check Banteng facebook