Skybattle ’11 Rugby Festival: Ketika Hati & Jiwa Terpikat si Bola Lonjong!

oleh Tito Vau

Secara harfiah, ‘Skybattle’ yang merupakan acara tahunan SMA Labschool Kebayoran dapat diartikan sebagai ‘Pertempuran di Langit’. Tentunya pertempuran seperti dilukiskan melalui judul acara, diharapkan berlangsung sengit, akbar dan penuh semangat. Rugby Festival yang diadakan dalam rangkaian acara inipun terbukti demikian!

Dengan dukungan tim Chalkway Productions dari STP Trisakti dan Jakarta Banteng Rugby Club selaku pihak yang turut menyelenggarakan, Skybattle ’11 Rugby Festival dimulai pada pagi dimana langit menantang bersamaan dengan turunnya hujan lebat yang mengguyur lapangan.

Namun udara dingin dan lumpur yang menggenang tidak menyurutkan semangat para peserta dalam pertarungan Rugby Sevens tingkat SMA se-JABODETABEK ini! Tepat pukul 07.00 pagi, Lapangan GOR Pertamina Simprug menjadi saksi kehangatan para tim rugby sekolah menengah atas yang telah berkumpul, mempersiapkan diri untuk menantang sesama tim dalam olahraga yang keras namun sangat terkenal akan sportifitasnya tersebut.

“Kami sempat mengkhawatirkan jumlah pengunjung maupun kondisi lapangan,” kata Kak Didi dari STP Trisakti yang juga merupakan salah satu pemain handal JBRC, “namun cuaca membaik, penonton berdatangan dan seluruh pertandingan dapat dilakukan tanpa terjadinya cedera yang serius.”

Pertandingan pool dilangsungkan hingga tengah hari, diselingi berbagai atraksi dan performance dari musisi dan dancers, beatbox hingga bartending yang dilakukan para mahasiswa STP Trisakti. Suasana ceria terus berlanjut dengan diiringi musik yang dimainkan serta komentator-komentator kocak dari para ‘senior’ ruggers dari Jakarta Banteng Rugby Club.

JBRC juga menyelenggarakan pertandingan perpisahan untuk David Reid, salah seorang pemain JBRC yang sebentar lagi akan berangkat ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya. ‘JBRC Batik’ & ‘JBRC Old Boys’ bertarung dengan sengit dan keras dimana seluruh pemain berusaha maksimal untuk memberikan ‘Reidy’ pelepasan hangat melalui pertandingan Rugby yang seru. Hasil 0-0 memang pantas karena sengitnya usaha kedua tim yang merupakan saudara-saudara dalam Rugby tersebut.

“Saya akan selalu mengenang hari ini,” kata David Reid dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, entah oleh karena luapan emosi atau terkena lumpur, “Sangat bangga untuk menjadi bagian dari Banteng Brotherhood… dan sangat senang juga melihat para penari-penari yang cantik-cantik tadi… hahaha….”

Seluruh tim yang berpartisipasi memainkan tiap pertandingan secara keras namun sportif dan terlihat betapa pelatihan yang telah diberikan selama ini, disertai keinginan untuk belajar dari para pemain yang masih relatif belia, menghasilkan pertarungan dengan tingkat permainan yang semakin membaik dari acara-acara serupa sebelumnya. SMA Pangudi Luhur yang merupakan ‘anak bawang’ dalam kancah rugby SMA Jabodetabek menunjukkan determinasinya yang tinggi walaupun baru berlatih selama kurang dari dua minggu. Mereka menempatkan timnya dalam final Britmindo Plate melawan Labschool B.

“Wah… acara ini meriah sekali!” kata Fadli selaku Ketua Panitia Rugby Festival Skybattle ’11 yang juga merupakan pemain SMA Labschool, “kami sangat gembira dengan antusiasme sekolah-sekolah yang ikut serta dan juga penonton yang hadir. Semoga semakin banyak orang yang cinta sama Rugby di Indonesia.”

Pada pertandingan final sebelumnya, Jakarta Combined Schools merebut AEL Bowl setelah memenangkan pertandingan melawan Darunnajah 2. Suatu hal yang sangat menarik adalah hadirnya Zoe, pemain JCS yang merupakan satu-satunya putri yang bermain pada divisi ‘tackle’ putra kali ini. Tak pelak, setiap kali Zoe mendapatkan bola maupun melakukan tackle, ia mendapatkan tepuk tangan dan decak kagum dari seluruh penonton yang hadir, terutama dari arah tenda SMA Pangudi Luhur.

Di Britmindo Plate Final, pertandingan sempat diperpanjang karena kegigihan Pangudi Luhur mencetak try melawan SMA Labschool di detik-detik akhir waktu pertandingan reguler. Tim dari PL kemudian menunjukkan karakter pantang menyerahnya dengan mencetak ‘Golden Try’ pada saat perpanjangan waktu untuk membawa pulang penghargaan Rugby pertama untuk sekolahnya.

Tim Putri dari Labschool Kebayoran menggondol Laing O’Rourke Cup dengan mengalahkan Tim Putri SMA Al-Chasanah pada pertandingan final melalui aksi gemilang MVP Putri Inez didukung oleh kawan-kawannya yang bermain sangat apik dan lincah.

“Untuk kami dari Chalkway Productions, ini merupakan pertama kalinya untuk membantu menyelenggarakan acara seperti ini,” kata Hani selaku perwakilan dari Chalkway, “tapi ternyata seru juga ya!”

Pada pertandingan final untuk Putra, SMA Darunnajah terlalu tangguh untuk Tim SMA Al-Chasanah dan berhak memborong Laing O’Rourke Cup. Pemain SMA Darunnajah, Adi juga dinobatkan sebagai MVP Putra.

“Suasana ini luar biasa membanggakan untuk kami di JBRC,” kata Ketua Jakarta Banteng Rugby Club Fikri Al-Azhar, “inilah wujud nilai-nilai Rugby yang terbentuk dalam penyelenggaraan turnamen yang sukses. Latihan yang dilakukan anak-anak Banteng di sekolah-sekolah, kerjasama dan saling mendukung berbuah manis dengan meriahnya acara ini.”

“Banyak anggota Banteng yang telah berhasil masuk ke Timnas baik untuk Rugby XVs maupun Rugby 7s, tapi regenerasi dan peremajaan pemain serta perkembangan ke basis pemain lokal yang lebih giat lagi merupakan idaman kita,” lanjut Fikri. “Anak-anak SMA bahkan SMP & SD, baik putra maupun putri akan menjadi andalan Rugby Indonesia masa depan…”

Skybattle pun usai dan lapangan berangsur-angsur sepi ditinggalkan para pemain rugby junior. Mereka bahkan tidak lagi menghiraukan pertandingan sepakbola yang selanjutnya dipertandingkan… Hati dan jiwa anak muda di Indonesia kini telah sungguh-sungguh tersentuh oleh Si Bola Lonjong!

Rugby Mantap!

photos: https://www.facebook.com/album.php?aid=264562&id=235866227956

video: http://vimeo.com/dennypeh/skybattlerugby2011

http://www.facebook.com/video/video.php?v=10150124888083265

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *