Jak – Japan Matsuri Rugby 2011

By Tito Vau

Untuk kesekian kalinya, Jakarta Banteng Rugby Club (Banteng) berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan melawan Jakarta Japan Rugby Gila (Samurai) sebagai bagian dari rangkaian Festival Kebudayaan Jepang, “Japan Jakarta Matsuri 2011” di Lapangan ABC Senayan hari Minggu, 18 September 2011.

Walaupun kedua tim terkenal akan persaingan sengitnya saat kompetisi serius bergulir, saat Matsuri berlangsung lebih merupakan wujud persaudaraan Rugby internasional, dimana kedua skuad mempererat talian persahabatan antara kedua tim dan juga kedua negara. Hal tersebut terlihat dari jumlah keluarga pendukung pemain kedua tim yang hadir, cinderamata yang saling ditukar maupun makanan dan minuman yang tersedia. Sungguh merupakan sebuah suasana festival dalam arti yang sesungguhnya!

Format pertandingan adalah “Rugby Tens” dimana masing-masing tim terdiri dari 10 pemain dan bermain untuk dua kali 10 menit saja. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dilaksanakan dua pertandingan dimana pertandingan pertama merupakan Banteng melawan Samurai dan pertandingan kedua berlangsung antara dua tim yang telah dicampur dari kedua tim.

Kickoff game pertama dilakukan oleh Samurai dan langsung diterima baik oleh Banteng. Tahap-tahap awal pertandingan yang terkenal sangat menentukan, Banteng sedikit terlihat kurang terstruktur dan tidak rapi dalam memainkan bola yang dipegang. Beberapa kali bola terlepas saat terjadi ruck dan beberapa kali pula terjadi knock-on oleh para pemain Banteng.

Strategi Samurai yang bermain fisikal saat ‘breakdown’ dan senantiasa maju melalui terobosan tengah berhasil menggoyangkan pertahanan Banteng. Bola-bola fase berikutnya, Samurai melebarkan bola ke sayap dan berhasil masuk jauh ke wilayah Banteng. Beruntung, beberapa kali terjadi kesalahan pula yang dilakukan oleh Samurai sehingga terpaksa terjadi ‘scrums’.

Serangan Banteng selalu terkendala oleh beberapa pemain backs, khususnya para pemain baru, yang berdiri terlalu datar sehingga sulit untuk meneruskan momentum yang ada. Pada akhirnya, kegigihan para Samurai berhasil pula mencetak try sehingga pada saat turun minum, skor 5-0 untuk Samurai.

Beberapa perubahan dilakukan oleh Banteng maupun Samurai pada waktu istirahat. Beberapa forward besar dimainkan oleh Banteng dan berhasil menstabilkan scrums maupun rucks dan mauls yang terjadi. Backs Banteng akhirnya menemukan irama mereka dan berkat passing yang melebar serta kecepatan pemain luar berhasil membalas dengan try yang berhasil dikonversi. Kedudukan 5-7 untuk keunggulan Banteng.

Samurai meningkatkan tempo permainan namun defense yang membaik dari Banteng dan upaya untuk justru memperlambat tempo dengan sesekali menorobos membuahkan hasil dengan tercetaknya try kedua oleh Banteng. Kedudukan kini 5-12.
Waktu berjalan terus dan pemain mulai mengalami keletihan di udara Jakarta yang semakin panas. Konsentrasipun turun dan Samurai berhasil menggiring bola hingga kurang dari satu meter menjelang garis try line Banteng. Upaya untuk menghentikan try berhasil pada awalnya, namun terjadi overlap pada sisi lapangan kanan sehingga ketika bola keluar, Samurai dengan cerdik melebarkan bola dan berhasil mencetak try terakhir. 10-12.

Tim Banteng yang lebih mengandalkan pemain baru dan junior pada kali ini, mengingat para pemain inti sementara dalam tahap-tahap akhir persiapan Kejurnas Rugby 7s di Bali, memang memerlukan waktu untuk menemukan bentuk permainan yang cocok dan solid. Namun demikian, salut layak diberikan kepada beberapa pemain yang untuk pertama kalinya melakukan debut sebagai pemain Banteng dalam pertandingan resmi. Echo UNJ, Marco dan Aceh serta Sherman merupakan pemain-pemain baru selain beberapa junior binaan alumni dan siswa PP Darunnajah. Sangat menyenangkan juga melihat beberapa pemain lama yang secara khusus datang ke lapangan untuk kembali merumput seperti Yudha, Oscar, Devain dan Denny.

Pertandingan pertama berakhir dengan kemenangan tipis untuk Banteng 10-12.

Pada pertandingan kedua dimana kedua tim dijuluki Tim Kuning dan Tim Biru, Tim Kuning cenderung mendominasi pertandingan dengan mencetak dua try cepat saat pertandingan baru dimulai. Tim Biru sempat melakukan beberapa kali terobosan yang nyaris menghasilkan angka, namun masih kurang beruntung.

Kedua tim lebih berfokus pada upaya untuk memberikan penonton permainan Rugby yang lepas, menyerang dan cantik untuk dilihat sehingga skor akhir tidak terlalu berarti. Namun jelas, Tim Kuning mencetak lebih banyak try sehingga layak memenangkan pertandingan. Sebuah catatan adalah hadirnya Bobby untuk menjadi wasit di babak kedua pertandingan kedua.

Suasana hangat terus berlanjut hingga akhir pertandingan dan bahkan sesudahnya. Foto bersama dilakukan dibawah spanduk Jakarta Japan Matsuri yang terpampang di bawah tiang gol Rugby. Salam hangat, nyanyian dan ucapan terimakasih serta pertukaran cinderematapun menambah rasa senang di hari yang panas tersebut.

Santap siang bersama, canda gurau dan obrolan seputar Rugby dan kehidupanpun berlangsung antara dua klub Rugby yang berasal dari dua bangsa tersebut.

Kala tiba saatnya untuk berpisah, tidak banyak yang mengingat skor maupun kejadian-kejadian di lapangan, melainkan harapan untuk kiranya dapat kembali berjumpa teman-teman dari negeri Sakura ini, untuk bertanding kembali… Suatu waktu nanti…

(TV)