TOURNAMENT REPORT KEJURNAS RUGBY 7s 2012

“Terkadang, kalah itu ada baiknya. Jika kita kalah, kita mendapatkan pelajaran berharga sehingga bisa menjadi lebih baik lagi. Kemenangan terus menerus membuat kita malas belajar. Gunakan kekalahan kali ini untuk menjadi lebih baik… Jangan pernah patah semangat! Saya melihat kalian memiliki hati dan semangat yang luar biasa! Ingat: Rugby adalah mengenai “hati”… Dengan hati bagaikan singa, kalian bisa mengalahkan siapapun!”

Lepani Nabuliwaqa – Fiji Rugby 7s Player ke Jakarta Banteng Rugby Club

 

Mari kita memulai dari pahitnya sebuah kekalahan. Cendrawasih Highlanders mengalahkan Banteng pada semifinal Kejurnas Rugby 7s tahun ini dengan skor tipis 19-15 pada detik-detik akhir pertandingan. Bermain tanpa starter Yucil yang patah kelingking kaki dan Michael “Magic” Bavin yang cedera lutut parah, pasukan Banteng berjibaku sejak detik-detik pertama.

Try tercepat sepanjang turnamen dicetak oleh Leo alias Ujang Kerupuk alias Koboi dalam waktu kurang dari enam detik sejak kickoff yang dilakukan Banteng. Try dibalas oleh Cendrawasih dan kemudian dibalas lagi Try oleh sang kapten Marco di ujung lapangan. Setelah sempat memimpin 12-5, Fikri alias Vaseline mengambil keputusan menendang penalti untuk membuat Banteng memimpin 15-5! Namun gempuran demi gempuran terus dilaksanakan oleh Papua Cendrawasih. Alton cedera, Fikri cedera, Bahrul cedera akibat menahan gempuran hebat dari Cendrawasih. Kita mati-matian menjaga try line dengan tackle-tackle ajaib dan luar biasa keras namun pada penalti akhir yang diberikan kepada Cendrawasih, Banteng tidak dapat menahan gerakan menerobos dan menggeliat pemain Cendrawasih tepat di depan posts. Try diberikan dan dikonversikan. Hooter berbunyi dan perjuangan Banteng kandas di semifinal Cup dengan poin akhir 15-19 untuk Cendrawasih…

Tapi itu tidak menggambarkan keseluruhan perjuangan kami!

Hari pertama kami menghadapi lawan pertama yaitu Matano Miners dan setelah beberapa insiden “agresifitas” khas Rugby, kami berhasil mengalahkan mereka 10-0. Diawali dengan grogi khas Banteng, irama pertandingan akhirnya dapat tercapai dan defense yang luar biasa akhirnya membawa kemenangan. Try: Yucil dan Ujang Leo

Pada pertandingan kedua menghadapi Sengatta Hornbills, permainan Banteng semakin menanjak. Passing yang lancar dan disiplin tim menghadiahkan kemenangan 28-0. Bermain cepat dan menyerang celah-celah yang tercipta, membuat pertandingan seru dan dinamis. Satu Try oleh Yucil, Dua Try oleh Mikey dan satu Try oleh Ujang Leo.

 

Pertandingan ketiga atau terakhir di pool menghadapi Kotekas yang selalu berjalan seru. Dapat dikatakan, disini puncak permainan Banteng kali ini benar-benar terlihat. Kotekas hanya bermain sebentar di paruh lapangan Banteng. Serangan yang bertubi-tubi tidak menggentarkan pola permainan yang telah disusun. Kemengangan 14-0 didapatkan walaupun dengan korban cedera Yucil dengan patah kelingking kaki pada play terakhir. Try: Fikri dan Yucil.

Malam hari yang tegang menanti keesokan harinya, Banteng habiskan dengan menggelar ice bath di tepi kolam hotel. Jempol untuk Team Manager Didik yang benar-benar top hingga meniup kolam kecil, membeli es hinga menggotongnya sepanjang setengah kilometer.

Hari kedua dimulai dengan pertandingan “knock out” pertama melawan finalis tahun lalu, Gosowong Barbarians. Disinilah kejadian “Didik Hampir” terjadi… Biarlah details diceritakan oleh mereka yang melihatnya saja, sehingga menjadi lebih berkesan. Didik menunjukkan semangat juang yang luar biasa, merupakan mutiara yang tersembunyi dan tour manager yang peduli benar dengan timnya dan sekaligus nyaris mencetak try perdananya pada tour kali ini… Hampir…

Singkat cerita, kemenangan 17-0 diraih melawan Gosowong dengan try yang dicetak oleh Marco, Alton dan Leo. Setelah game ini kami ke semifinal melawan Cendrawasih. Kita semua tahu bagaimana hasilnya…

Di luar semua yang tejadi, hasil maksimal ini kami persembahkan bagi semua Banteng yang turut berlatih, mendukung dan mendoakan tim yang berjuang. Jujur saja, bisa jadi persiapan kita memang kurang kali ini. Tapi perlu diakui, tingkat permainan seluruh tim yang berpartisipasi mengalami peningkatan yang sangat-sangat luar biasa. Kedua finalis tahun ini yaitu Cendrawasih dan Bali Hanoman bermain dengan tingkat teknis yang sangat baik dan semangat yang berkobar. Bali Hanoman yang dipimpin Andrew “Stardust” White dipenuhi pemain-pemain muda yang bertalenta dan akhirnya keluar sebagai juara tahun ini. Selamat kepada Bali Hanoman!

Pertanyaan dan tantangan yang kini dihadapi oleh Banteng adalah: apa yang akan kita lakukan? Kalau kita ingin berprestasi dan eksis, jawabannya sederhana: berlatih, berlatih dan berlatih! Sudah selayaknya kita melakukan introspeksi serius dan memotivasi diri untuk lebih berdisiplin dan berjuang sekeras tenaga untuk meningkatkan kemampuan individu dan tim secara kolektif. Stamina, kekuatan, skill harus ditingkatkan…

Marilah kita kembali kepada Lepani. Ia menambahkan bahwa Rugby 7s adalah bagaikan seni menggambar. Apa yang kita visualisasikan dengan segala macam warna, detail dan keindahan yang mungkin terjadi dapt terwujud. Semua tergantung kita.

Ya! Semua tergantung kita. Yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri jadi kita juga menentukan apa yang akan kita raih dan dapatkan.

Tingkatkan semangat Banteng, persaudaraan Banteng, dan keindahan dan solidaritas Rugby yang ada di dalam Banteng… Mari kita ciptakan keindahan-keindahan selanjutnya!

————————–

Final Score:

Jakarta Banteng                10 vs 0                   Mantano Miners
Jakarta Banteng                28 vs 0                   Sengata Hornbills
Jakarta Banteng                14 vs 0                   Papua Koteka
Jakarta Banteng                17 vs 0                   Halmahera Gosowong
Jakarta Banteng                15 vs 19                Papua Cendrawasih

 Points:

Fikri ‘Vaseline’ Al Azhar: 1 Try, 6 Cov, 1 PK               : 20 Points
Ari Yudha ‘Stinky’ Pramono: 3 Try, 2 Conv                : 19 Points
Mikey ‘Tapir’ Bavin: 3 Try                                              : 15 Points
Leo ‘Ujang’ : 3 Try                                                            : 15 Points
Marco ‘ Kapiten’: 2 Try                                                   : 10 Points
Alton ‘Adele’: 1 Try                                                          : 5 Points

One thought on “TOURNAMENT REPORT KEJURNAS RUGBY 7s 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *