The Me Is Three Jakarta Tens 2013 Tournament Review

by Tito Vau
photos by Agung Sukmono

tmit0

Ada pepatah: “The front row is where Rugby games are truly won and often lost…”

Sepertinya tepat pepatah ini berlaku bagi team “dadakan” The Me Is Three (Banteng Old Boys) yang bermain pada turnamen tahunan Jakarta Tens 2013 yang diadakan di Jagorawi Golf & Country Club Sabtu 4 Mei.

Bukan karena pertandingan demi pertandingan ditentukan oleh kehebatan front row, karena sesungguhnya team kami memang sangat berlaku adil dan terdiri dari pemain yang kurang lebih sama rata kemampuannya (dalam arti sangat kurang mampu), namun karena satu-satunya try yang dicetak oleh team dicetak oleh seorang prop dan conversion-nya ditendang oleh prop lain!

tmit1

Pada game pertama melawan Flying Kukris, sembilan forwards ditambah satu backs muda (Arman) masuk ke lapangan dan memberikan perlawanan yang gagah berani. Sayang, gagah berani itu ternyata tidak cukup melawan tentara Inggris yang sehari-harinya mainannya senjata, berlari dan latihan ketentaraan. Kekalahan telak ditelan TMIT, namun sesuai kesepakatan semula, kami tidak pernah juga melihat berapa skor tepatnya dikarenakan itu hanya akan menurunkan semangat. Intinya, kami tidak mencetak angka sehingga kalah sekian-nol.

Melanjutkan tren pada game pertama tersebut, TMIT kembali mempertahankan angka nol pada game kedua melawan Bintang RFC dari Kuala Lumpur. Sebenarnya permainan sudah semakin terbentuk dengan Andrew bermain di halfback (dikarenakan hanya dia yang agak lumayan passingnya), dan kebetulan karena Andrew berlatar belakang forwards, maka ia dapat menerima tackle dan tetap berdiri sehingga beberapa kali TMIT dapat melakukan drive saat maul. TMIT sempat bergerak maju beberapa meter tapi Bintang terlalu bagus bermain di backs sehingga kekalahan diterima sekali lagi.

tmit3

Game ketiga melawan Komodo A yang dimainkan saat matahari sudah sangat terik. Taktik menghemat energy dimainkan dengan sering berganti pemain. Richard sudah mengeluh mengalami dehidrasi (kekurangan bir, tepatnya) sehingga minta diganti. Aldo, Angga, Yudha, Denny, Mono & Tito juga silih berganti keluar masuk untuk mengacaukan strategi lawan (dan juga karena capek). Arya, Oscar, Marga bermain dengan gemilang di backs (gemilang: agak gembrot jadi musuh gampang ngilang hehehe…). Intinya ya kalah lagi…

Bisa ditebak hasil game ke-4 melawan Gosowong Barbarians? Jika anda menebak TMIT kalah, anda benar! Bermain di lapangan atas yang ditonton anak-anak kampung sekitar Jagorawi, dua team Rugby Indonesia bermain dengan semangat. Walaupun terdapat beberapa keputusan wasit yang sempat menuai protes, secara keseluruhan kami menghormati keputusan wasit karena tanpa wasit tidak akan ada pertandingan dan apa gunanya orang-orang mengejar bola lonjong dan saling menghantam jika tidak ada pertandingan? Di game ini, bahkan dengan bantuan beberapa pemain comotan dari team binaan U-25, kami masih gagal mencetak satu angka pun.

Games pool selesai sudah dan TMIT berada di posisi juru kunci Group C.

TMIT berpikir: inilah yang ditunggu-tunggu, akhirya kami bisa minum ramuan dewa yang disebut bir! Ternyata tidak… Masih ada semifinal yang harus dilewati! *sedih deh*

Untungnya, dikarenakan team Old Twats di Group B tidak hadir, TMIT mendapatkan bye yang berarti langsung masuk Shield Final yang akan dipertandingkan kira-kira empat jam kemudian.

Setelah menikmati hidangan makan siang lezat Ayam Goreng Kremes dan minuman segar Es Teler yang disponsori oleh Es Teler 77 – Juara Indonesia www.esteler77.com (promosi lah sedikit), para pemain ada yang merawat cedera, ada yang makan lagi dan ada yang mulai minum bir dan ale. Ada yang tidur-tiduran dan ada yang tidur beneran. Intinya, kami sudah puas untuk dapat masuk Shield Final & jujur saja, menjadi runner-up tidaklah sesuatu yang terlalu buruk di mata 12 anggota team kami.

Waktu bergulir terus dan udara semakin bersahabat. Efek bir dan ale membuat TMIT rileks dan tidur yang singkat memberikan suntikan energi baru bagi tubuh-tubuh (relatif) tua.

Final bergulir dan para pemain bermain dengan lebih tenang dan kalem namun penuh gairah. Ibarat tersambar gledek, entah dari mana ada tenaga baru dan semangat yang menggebu.

tmit4

Setelah lima tahun menunggu, prop brewok yang bernama Mono mendorong tiga pemain lawan melewati try line dan mencetak try pertama TMIT sepanjang turnamen yang jug amerupakan try pertamanya di keluarga besar Banteng. Yudhi sebagai pemain prop yang bergabung belakangan dengan team, berhasil melakukan conversion dari sudut sempit. Team Matano Miners yang menjadi lawan masih sangat hijau dan belajar dalam berbagai aspek Rugby sehingga banyak terjadi scrum yang kolaps. Sempat terjadi beberapa kali cekcok mulut dan dorong mendorong juga, namun itu semua hanyalah “panas” saat pertandingan karena setelah itu semua ya baik-baik saja.

tmit6

tmit5

Suntikan beberapa pemain backs junior sangat membantu pada pertandingan ini, namun tetap saja permainan terseru terjadi di forwards dimana kedua packs bermain sangat agresif.

Matano Miners memberikan tekanan terus dan pada saat akhir sempat mencetak try tepat di bawah goal post! Ajaib… conversion gagal! Peluit bunyi dan The Me Is Three keluar sebagai pemenang Shield Final dengan skor akhir 7-5!

TMIT mendapatkan sambutan luar biasa dari Banteng Brothers kami yang lain saat keluar lapangan… Mereka membuat ‘tunnel’ dan memberikan kami tepukan selamat dan pelukan persaudaraan… Luar Biasa!

Setelah itu, TMIT larut dalam selebrasi yang memberikan hidrasi alias minum bir dan ale lagi… kami juga menanti pertandingan Bowl Final antara Banteng dan Flying Kukris yang pasti akan berat.

Doa dan usaha akhirnya membuahkan hasil menggembirakan… Banteng juga berhasil memenangkan pertandingan puncak tersebut dengan satu try!

Hebat, ajaib, menyenangkan… apapun kata-kata yang digunakan, tidak dapat menggambarkan secara menyeluruh perasaan keluarga besar Banteng pada hari itu! Setelah kosong gelar selama dua tahun, kami mendapatkan dua gelar dalam satu hari…

tmit7

tmit8

The Me Is Three sangat berterimakasih kepada seluruh pengurus dan sahabat JBRC, PRUI, Komodo selaku penyelenggara turnamen, para sponsor kami termasuk Es Teler 77 – Juara Indonesia www.esteler77.com (bolehlah sekali lagi…) dan terutama istri, kekasih, anak-anak dan keluarga kami yang mendukung kami bermain Rugby.

Some play for fun, some play for real… We play The Me Is Three!