Profil Yucil di Koran Sindo

Jakarta Banteng Rugby kembali ikut bangga atas dimuatnya Profil Ari Yuda Pramono yang kita kenal dengan Yucil a.k.a Yuda Kecil. Pada hari Sabtu 9 November 2013 kemarin profil Yucil dimuat di Koran Sindo. Pada hari sabtu itu Yucil sedang berada di Singapore membela timnas sevens indonesia.

Yucil adalah satu-satunya pemain Rugby Indonesia yang sudah membela tim nasional di tiga kategori: U20 Sevens, Senior Sevens dan Senior XV!

Congratulations Yucil! Terimakasih Koran Sindo!

————————————————————-

http://www.koran-sindo.com/node/343160

Profil Ari Yuda Pramono – Menang dan Senang walau Tak Dibayar

Olahraga Rugby memang kurang populer di Tanah Air. Namun, bukan berarti enggak ada anak muda Indonesia yang berprestasi internasional di bidang ini. Ari Yuda Pramono salah satunya. Teman-teman GenSINDO kurang mengenal olahraga Rugby? Buat yang belum tahu, Rugby adalah permainan dengan bola sebagai objek utama.

Bola ini dibawa melewati garis gawang musuh dan membantingnya ke tanah untuk memperoleh nilai. Uniknya, dalam Rugby ada kontradiksi yang nyata. Untuk membawa bola ke depan, bola harus dilempar ke belakang. Bola bisa ditendang ke depan, tapi rekan satu tim dari penendang bola harus berada di belakang bola saat bola ditendang. Tentu saja semua itu memerlukan kerja sama tim.

Pemenangnya adalah tim yang pemainnya mampu membawa bola dan memanfaatkan lapangan dengan baik serta mampu menghindari lawan dan menguasai bola. Kalau GenSINDOsuka menonton film, Rugby ini paling seru ditonton karena mengandung kontak fisik antar pemain. Kadang begitu seringnya kontak fisik dengan pemain lawan, akhirnya sampai ribut atau malah berantem. Untungnya, semua itu kebanyakan cuma terjadi di film. Aslinya sih, para pemain tetap bersahabat di luar lapangan.

Satu lagi, meskipun ada kontak fisik saat permainan, wasit sangat dihormati dalam permainan Rugby. Nah, walau olahraga ini kurang ngehits di Indonesia, juga pemainnya enggak pernah masuk TV seperti para pemain sepak bola, ada orang-orang yang tetap setia pada olahraga ini. Salah satunya Ari Yuda Pramono. Ari bahkan sudah mencetak banyak prestasi, enggak cuma di dalam negeri, juga di dunia internasional.

Misalnya penghargaan Referee of the Year dari Persatuan Rugby Union Indonesia dan pemain backs terbaik tahun 2012. Cowok yang duduk di semester 5 Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta ini mengaku awal mula bermain Rugby hanya iseng karena diajak guru olahraganya saat duduk di bangku kelas 2 SMA. “Begitu main, ternyata asyik banget. Bisa ngandelin fisik dan kecepatan berpikir,” ujar cowok yang biasa disapa Kak Yuda itu. Meski keasyikan main Rugby, perjalanan Kak Yuda di Rugby tak seindah cerita FTV. Dia melewati beberapa kali kegagalan, namun tak membuatnya patah semangat.

“Awalnya gue ikut klub Jakarta Banteng. Ikut latihan selama 6 bulan, terus masuk seleksi tim nasional tahun 2011, tapi masih gagal. Ikut lagi seleksi tahun 2012, lolos tapi masih cadangan. Tahun 2013 baru deh masuk jadi tim inti,” ceritanya. Enggak cuma bisa bergabung, sekarang ini Kak Yuda juga menjadi kapten timnas Rugby U-20, tim inti timnas senior, juga punya internasional cap (semacam bukti telah bermain di tim tertentu) melawan Laos, Pakistan, Guam, dan China.

Kemenangan demi kemenangan juga telah diraih meski enggak pernah diliput media massa atau diapresiasi besar-besaran oleh pemerintah dan masyarakat. Namun, Kak Yuda enggak merasa ada masalah dan santai saja. “Entah kenapa, gue sudah jatuh cinta sama Rugby. Dari semua cabang olahraga yang sudah pernah gue coba, gue comfort di Rugby. Walaupun enggak ada bayaran sepeser pun saat menang, gue enggak pernah kecewa karena toh gue sudah suka banget sama Rugby,” tutur Kak Yuda.

Sadar bahwa masyarakat enggak terlalu akrab dengan Rugby, Kak Yuda dan temantemannya dari klub Jakarta Banteng pun kini tengah mengadakan coaching clinic Rugby ke sejumlah SMP dan SMA. Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk membuat Rugby lebih dikenal masyarakat Indonesia. Jujur saja, Rugby masih perlu dukungan media untuk memperkenalkan apa itu Rugby,” ujar Kak Yuda.

“Selain dengan mengadakan coaching clinic, gue juga pengin Rugby bisa masuk ke salah satu kurikulum pelajaran olahraga di sekolah-sekolah. Jadi, enggak hanya voli, badminton, atau sepak bola saja. Toh, ada Rugby yang unik dan bisa dimainkan dengan asyik gitu,” harap Kak Yuda. Nah, buat teman-teman GenSINDO yang tertarik menjajal Rugby, coba saja masuk ke klub Jakarta Banteng. Latihannya di kawasan Senayan tiap Senin pukul 19.00—21.00 WIB. _ EMI NUR INDAHSARI

————————————————–