Review Bali Rugby Fest 2014 KEBEBASAN ITU DATANG KEMBALI

By Tito Vau (Team Manager)
Photos by Didik Pribadi

IMG_3891

Apa arti kebebasan? Boleh melakukan apa yang diinginkan? Atau sengaja memilih hal-hal yang sulit dilakukan agar dapat meraih kebebasan itu sendiri?

Mungkin agak berat sebagai kata pembuka sebuah review turnamen Rugby, namun memang serasa beban beratlah yang telah lama dipikul oleh JBRC belakangan ini. Telah lewat dua tahun sejak JBRC membawa pulang penghargaan dari Bali Rugby Festival, baik dari kompetisi Open 10s maupun National Sevens.

Berkat kekompakan team yang semakin baik, setiap latihan menjelan Bali Rugby Festival dijalankan dengan penuh semangat. Kunci kemajuan yang terjadi adalah dari sinergi yang didapatkan ketika semua anggota dapat memberikan masukan positif terhadap latihan yang dilakukan.

Kemudian tibalah saat yang dinanti…

Tiba di Bali dengan berbagai macam delay, malam pertama tour ini dilewati dengan makan bersama di warung pecel ayam dan lele seberang tempat menginap. Memang betul kata orang, lapar adalah bumbu paling nikmat… Semoga terbawa pada permainan nanti…

Team meeting dilakukan di rooftop Bali Yuris Apartments dengan kehangatan namun penuh keseriusan dan pada akhirnya, sebuah tekad lahir… Esok, kita akan bermain bukan demi skor tapi demi permainan Rugby itu sendiri. Menang atau kalah masalah nanti, yang utama kita bertekad main dengan sepenuh hati dan jiwa demi sesama anggota team, sesama saudara Banteng!

IMG_4011

Game pertama lawan Cottesloe utk kompetisi 10s berlangsung keras sejak awal. Mereka berusaha mem-bully JBRC dan memang mereka jauh lebih besar tetapi toh pada akhirnya kita tetap keluar lapangan dengan kepala tegak. JBRC kalah tiga try tapi secara permainan, defense dan attack kita mulai terpadu dan disiplin. Ini sebuah permulaan yang bagus! Jempol untuk Ollie “Otong” Hudson dan Matt “Mr. Bond” Davis yang menjadi duo bule paling gila tackle sepanjang pertandingan. Tidak lupa aksi Handy Jong Un dan Fadmo serta Michael Bavin di scrum-half.

IMG_4168

Giliran Banteng Sevens bertanding, langsung bertemu dengan “kawan lama” Koteka. Diperkuat Nico yang telah absen selama hampir dua tahun, Kotekas terlihat sangat bersemangat untuk unjuk gigi. Singkat cerita, Banteng sempat tertinggal 3 try lawan 1… namun dengan bermain tenang tapi semangat berhasil mengejar. Pangya & Yacob menunjukkan peningkatan mereka pada pertandingan ini. Tidak sia-sia mereka berlatih terus dengan Banteng seusai bermain di SMA. Kita berhasil mencetak dua Try dan mengejar ketinggalan! Kita merasa menang 21-19 tapi wasit memutuskan skor adalah 21-21.. tapi itulah Rugby, kita harus mengikuti keputusan wasit dan siap untuk permainan berikutnya.

IMG_3994

 

IMG_4006

Pertandingan kedua Banteng Tens melawan Gaulois, team Perancis dari Singapura. Kumis mereka menggelikan seperti pemain film panas tahun 70-an, tetapi permainan rugby mereka sangat lincah. Kembali, Banteng menunjukkan disiplin defensive yang bagus dan ketika kita lengahlah maka dua try Gaulois masuk. Saat ini, backs kita kurang dapat mengembangkan permainan karena sangat sibuk melakukan tackling terus menerus.

IMG_4074

Team kedua yang dilawan Banteng Sevens adalah “adik” kita UNJ Rugby. Terus terang, peningkatan keterampilan dan pengetahuan serta “feel” Rugby adik-adik UNJ telah jauh sekali berkembang sejak mereka membentuk team pertama kali. Kecepatan, kelincahan dan kebugaran UNJ hanya kalah oleh pengalaman dan ketenangan bermain Banteng Sevens. Skor akhir 57-0 untuk Banteng tetapi UNJ layak diberi jempol untuk permainan mereka yang semakin tajam.

Game terakhir bagi Banteng Tens di hari pertama adalah melawan Associate Bloaks dari Australia. Banteng bermain luar biasa bagus karena lapar kemenangan. Segala cara dicoba untuk menembus pertahanan lawan mulai dari chip and chase yang dilakukan Lionel, mauling dan plays yang sudah dilatih, namun pengalaman lawan terlalu tangguh. Untungnya pertahanan Banteng sangat kuat sehingga Associate Bloaks hanya mencetak satu try sehingga Banteng mendapatkan satu poin pertama di turnamen.

IMG_4077

 

IMG_4076

Banteng Sevens berhadapan dengan Bandung Rams di pertandingan terkahir hari pertama. Sempat dikejutkan dengan try cepat dari Bandung, akhir pertandingan menunjukkan peningkatan kesabaran dan kualitas permainan. Perlu dicatat “pecah telur”-nya Stevie Pramudita aka Didi yang berhasil mencetak try-nya yang pertama untuk Banteng setelah bergabung sejak 2006! Bandung dikalahkan dengan skor 34-5.

Seluruh pertandingan telah berakhir untuk hari pertama dan Banteng pun melakukan relaksasi di Pantai Jimbaran yang terkenal itu. Disinilah terlihat penampakan “Dugong Bali” dan “Sea Stick Man” serta “Underwater Midgets”… Kalau penasaran apa artinya, tanyalah ke Michael “Tapir” Bavin.

Makan siang di Bu Rudy & Eatwell berjalan sangat lancar dan ditunggu-tunggu karena memang semua pemain telah luapaaarr sekali. Sambal Bu Rudy & pork belly di Eatwell membuat otot-otot lelah menjadi semangat kembali.

Malampun berangsur-angsur tiba dan team berkumpul kembali di Bali Yuris Apartments. Setelah sempat berjalan-jalan ke McDonalds kitapun berkumpul untuk merayakan ulang tahun Mr. Bond tepat tengah malam… cihuuuy… sooooo sweeeet…! Kue tart & dua kantung tortilla chips habis dilahap di tengah malam. Hitung-hitung energi tambahan untuk esok hari. Happy Birthday Mr. Bond!

IMG_3951

Hari kedua dimulai dengan pertandingan Banteng Tens melawan South Brisbane Magpies. Semangat Banteng ternyata belum cukup untuk berbuat banyak melawan SBM. Jujur saja, permainan lawan luar biasa cantik dan try mereka semua lahir dari permainan apik dan kerjasama forwards dan backs yang solid. Yunus “Baby Huey” aka “Baim” juga bersemangat pada pertandingan ini. Ia sungguh sungguh bermain maksimal, walaupun maksimal itu hanya sebentar. Tetapi, pandangan manjanya meminta dimainkan lagi itu yang nggak tahan… Ya sudahlah, main sana, Baby Huey! Kabar gembira hanyalah try pertama untuk Banteng Tens yang dicetak Scottie “Too Hottie” Atkinson. Kini Banteng harus memenangkan pertandingan melawan Dili Karau jika ingin bertanding di Shield Final.

Pertandingan panas berlangsung melawan Bali Hanoman di Kejurnas Sevens. Sepertinya dendam final dua tahun lalu masih membara di kedua team. Sayang sekali, pertandingan ketat tercemar oleh aksi brutal dan amarah gejolak kawula muda yang mengakibatkan di akhir pertandingan, wasit memberikan kartu merah kepada Alton (muahahahahaaaa…). Namun demikian, Hanoman juga mendapatkan dua kartu merah atas kejadian yang tidak mencerminkan Rugby ini. Protes sempat diutarakan kepada Jean Luc selaku Kabid Wasit turnamen, namun tidak merubah keputusan. Alton tetap dikeluarkan dari Turnamen dan itu artinya, dia harus traktir kita semua (muahahahahahaaaaa…). Kemenganan atas Hanoman berarti Banteng Sevens tinggal menunggu pemenang antara Hanoman dan Koteka di Final Kejurnas Rugby Sevens.

IMG_4201

Beralih kepada team Banteng Tens, kini Dili Karau dari Timor Leste menghadang. Menang berarti bermain di Shield Final, kalah berarti degradasi ke Beer Bucket Final. Namun suasana sebelum pertandingan ini jauh lebih rileks dan santai. Sam “Gladiator” Chambers telah berhasil menenangkan dan mengatur formasi backs dengan lebih baik. “Black Pack” yang terdiri dari Franky “Junior”, Rusley “The Mouth” & Lionel “The Lightning” seta Scottie “Too Hottie” & Stephen “Jonas”, Michael “Tapir” serta backs lainnya benar-benar tenang menghadapi lawan. Hasil gemilang diraih dengan kemenangan yang sangat telak. Banteng Tens akan berhadapan dengan Lane Cove RFC di Final Shields Tens!

IMG_9001

Lane Cove sendiri merupakan team kawakan yang bertanding pada kompetisi Lower North Shore Sydney dan mereka diperkuat oleh pemain Timnas Rhinos Hastono Van Hien (itu lho, yang tingginya kaya pohon pinang).

Pertandingan berlangsung ketat dan Banteng kembali menunjukkan disiplin defensive nya. Matt & Ollie, Handy Jong Un, Fat Cow Fadmo, Papa Denny, Om Didik, Arek Rendy & Oscar the Grouch benar-benar menunjukkan kekuatan dan kekompakan di setiap fase permainan. Para backs juga gesit dan disiplin bermain. Setelah skor imbang dua try sama dan menjelang detik-detik terakhir, Banteng dikejutkan dengan permainan luar biasa cantik yang mengarahkan bola sepanjang backline Lane Cove untuk memberikan try kemenangan bagi lawan. Sayang sekali harus takluk seperti demikian namun membanggakan untuk bermain begitu gagah dan berani. Banteng Tens menerima kekalahan dengan lapang dada dan keluar lapangan dengan kepala tegak!

IMG_9017

Di Final Kejurnas Sevens ternyata Banteng berhadapan dengan Koteka! Ada Nico dkk yang siap “menjual” permainan kepada Banteng, ya sudahlah kita beli!

Pada final ini, Yucil yang biasanya banyak diam terbukti bisa ngomong juga. Sebelum pertandingan, dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dan baik, Yucil memotivasi seluruh team. Sulit dibayangkan, hanya sehari sebelumnya ia tengah mengenakan rok merah bunga-bunga di hadapan kita semua. (photo ada sama panitia)

Sebelum pertandingan, suatu hal yang mengharukan terjadi dimana Banteng & Koteka berdiri di pinggir lapangan menghadap tribun. Di atas ada pemain UNJ dan disamping ada Hanoman dan Bandung. Kita semua, bersama para pemain, ofisial dan penonton Indonesia menyanyikan “Indonesia Raya”… Terharu rasanya mendengar nyanyian yang dikumandangkan begitu gagah! Yunus aja sampai menangis… Lebih membanggakan lagi, beberapa pemain nasional berkebangsaan asing seperti Nick Mesritz & Dan Sivess pun turut menyanyikan Indonesia Raya seraya sesekali mengusap mata mereka… Inilah Rugby Indonesia!

Pertandingan berlangsung cepat dan karena grogi, beberapa kali Banteng kehilangan bola. Ketangguhan Koteka dalam menguasai bola dan irama pertandingan membuat mereka unggul dua try (tanpa conversion) dalam waktu singkat. Untunglah ada Adrian “Look Here” Bunyamin yang menenangkan barisan. Dengan tenang ia menangkap bola dari kickoff Koteka dan tidak panic tetapi setting the pace dan terjadilah recycling yang baik. Hasilnya? Dua try balasan (dengan conversion) dihasilkan oleh Banteng.

IMG_9099

Perlu diacungi jempol juga aksi Dharma, yaitu pemain pinjaman dari Hanoman yang berjibaku dengan lawan. Aksinya menerima tackle keras lawan tetapi sempat passing bola kepada teman sungguh-sungguh aksi heroik. Juga Didi, Yacob & Scottie yang melakukan tackle keras terhadap kawan lama kita Nico. Tidak lupa, Maykel “Wakwaw” Kawengian yang selera musiknya mungkin jelek namun permainannya semakin matang dan dewasa. Michael Zedek ‘Mazda’ juga semakin menggila dengan crash dan tackle nya.

Babak kedua dimulai dan sepertinya ada aura kesegaran yang melanda kubu Banteng. Seolah angin segar yang mulai mendinginkan udara turut membersihkan keraguan dari jiwa para pemain.

IMG_9103

 

IMG_3997

 

Sepanjang babak kedua, efektif Banteng hanya bermain di paruh lapangan lawan. Serangan yang lihai dilakukan secara terus menerus dengan sangat pintar akibat Banteng nyaris sepenuhnya yang menguasai bola. Satu try bertambah dan berhasil conversion. Satu try lagi dicetak walaupun tanpa conversion namun penulis sudah berani mengeluarkan cerutu dan menyalakannya… Sepertinya waktu akan berpihak pada kita… Try satu lagi ditambah conversion mengukuhkan hasil akhir: Jakarta Banteng berhasil memenangkan Kejuaraan Nasional Rugby Sevens 2014!

“Minuman segar” mulai mengalir dan gegap gempita terdengar saat pengalungan medali (tapi dimana pialanya ya? hehehe…). Banteng pulang dengan senyum dan bahagia, beban terangkat dan rasa kebebasan itu lahir kembali!

Ya, begitulah dengan mengutip yang sering dikatakan oleh Yohanes Musi Uran Mema, yang hingga dua tahun lalu seolah bola masih alergi dengan tangannya alias tidak bisa menangkap bola dan saat turnamen Bali Rugby Fest 2014 ini mengumpulkan delapan try… bener tuh, delapan try… BEBAS KROW!

Kembali ke tempat penginapan, acara tahunan “Banteng Court Session” alias “Pengadilan Serudukan” dilakukan dengan Hakim Tito & Hakim Kokom (sekaligus algojo minuman) serta sekuriti Justin “Inches” berhadapan dengan semua “tertuduh”. Singkat cerita, ada yang nyaris muntah, ada yang mukanya berubah merah, ada yang telanjang bulat dan banyak, banyak sekali yang tertawa dan berubah menjadi lebih ceria… hihihi…

Malam disambung dengan kunjungan ke Eikon, Skygarden dan kegiatan luar tour lainnya. Penulis kebanyakan bersenang-senang saat Pengadilan Seruduk jadi ketinggalan dan tertidur di kamar. Hanya Yacob yang menemani… Ehem…

Waktunya berpisah dengan teman-teman, saudara satu team, Pulau Bali & Bali Rugby Festival yang indah serta Ibu Yuis & Bli Komang dari Bali Yuris Apartments. Kembali ke Jakarta dengan hasil maksimal, tubuh yang sedikit kesakitan namun hati yang gembira!

Great tour lads! Let’s do it again!

Jakarta Banteng Rugby Club (JBRC) ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada para sponsor kita WSP, VIN DA TE, Atjeh Coffee & D’s Place. Juga kepada teman-teman kita Anglo Info, Es Teler 77 dan Pondok Pitaya/ JITU serta dukungan seluruh keluarga, teman, pemain, ofisial, sukarelawan dan sukarelawati serta pendukung JBRC selama ini. Semua ini hanya mungkin terjadi karena dukungan kalian semua! We love you!

IMG_9232

 

 

Video by Didik Pribadi! Thanks om Didik!