<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jakarta Banteng Rugby Club &#187; News</title>
	<atom:link href="http://jakartabanteng.com/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakartabanteng.com</link>
	<description>Official website of Jakarta Banteng Rugby Club</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 10:37:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Craig Senger Cup 2011 – Regenerasi Akrab tanpa Batas</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/12/12/craig-senger-cup-2011-%e2%80%93-regenerasi-akrab-tanpa-batas/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/12/12/craig-senger-cup-2011-%e2%80%93-regenerasi-akrab-tanpa-batas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 08:01:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[by Tito Vau Setelah tertunda beberapa waktu karena padatnya kompetisi serta kalender Rugby yang bergeser untuk mengakomodir RWC 2011, Jakarta Banteng Rugby Club akhirnya berkesempatan untuk menyelenggarakan acara tahunan “Craig Senger Cup” di penghujung tahun 2011, tepatnya pada Sabtu 10 &#8230; <a href="http://jakartabanteng.com/2011/12/12/craig-senger-cup-2011-%e2%80%93-regenerasi-akrab-tanpa-batas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by <strong><a href="http://twitter.com/bantengsugar">Tito Vau </a><br />
</strong><br />
Setelah tertunda beberapa waktu karena padatnya kompetisi serta kalender Rugby yang bergeser untuk mengakomodir RWC 2011, Jakarta Banteng Rugby Club akhirnya berkesempatan untuk menyelenggarakan acara tahunan “Craig Senger Cup” di penghujung tahun 2011, tepatnya pada Sabtu 10 Desember 2011 yang lalu. Acara ini merupakan acara tahunan kita untuk mengenang saudara kami <a href="http://jakartabanteng.com/2009/08/10/memories-of-jakarta-bantengs-brother-craig-senger/">Craig Senger</a> yang terbunuh saat Bom JW Marriot dua tahun yang lalu. Acara tahun lalu dapat dibaca di <a href="http://jakartabanteng.com/2010/07/19/jakarta-banteng-memperkenalkan-rugby-sevens-pada-jakarta/">sini</a></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/craig%20senger.jpg" alt="" /></p>
<p>Bertempat di ‘homeground’ JBRC Lapangan Pertamina Simprug, sekitar 30 personel Banteng, dimana sekitar 70% merupakan pemain baru dan junior berkumpul pada hari panas dengan kondisi lapangan berdebu akibat musim pancaroba yang sedang berlangsung. Kali ini, Banteng juga merasa sangat senang untuk dapat menyambut tiga anggota “Front Row Rugby Club” dari negri jiran Malaysia sebagai tamu kehormatan yang berkesempatan turut bermain bersama kami.</p>
<p><span id="more-133"></span></p>
<p>Format pertandingan disesuaikan dengan jumlah pemain yang hadir sekaligus mempertimbangkan jenis exposure yang ingin diberikan kepada para pemain junior, sehingga pada akhirnya disepakati bahwa Rugby Tens-lah yang akan dimainkan. Setelah semua pemain melakukan tradisi “suten” agar pembagian adil, didapatkanlah dua tim internal yang akan bertanding yakni “Britmindo Ting Ting” yang mengenakan jersey Batik Hitam dan “Medikaloka Wibowo” yang mengenakan jersey baru merah-putih.</p>
<p>Kickoff dilakukan oleh Wibowo setelah wasit Fikri meniup peluit dan secara tenang ditangkap dan dikelola oleh backline Ting-ting yang dimotori Fendy dan Ben sebagai fly-half &amp; inside centre. Ruck pertama terbentuk dan bola secara lancer keluar dan distribusikan secara ciamik oleh scrumhalf Bahrul. Satu-dua pass tepat dan bola tertangkap Musi di wing kanan yang melesat dan menggocek sebelum melesat kembali untuk mencetak try pertama.<br />
Kickoff kedua kini dilakukan oleh Ting-ting dan forwards yang dipimpin Captain team, Wonderboy Daniel berhasil sedikit mengacaukan Wibowo. Entah bagaimana, bola yang sempat bergulir di backline Wibowo berhasil di turnover dan tidak lama kemudian, Ting-ting pun kembali mencetak try.</p>
<p>Merasa bete karena distribusi bola kurang berjalan baik, Wibowo mengalihkan taktik dengan menggunakan keunggulan ukuran tubuh melalui Wally, Sumo, Soso &amp; anak baru gendut lainnya yang saya lupa namanya… Intinya, taktik ini berhasil menekan Ting-ting dan Wibowo pun membalas dengan mencetak try. Ting-ting tidak berdiam diri menghadapi ancaman baru ini dan menjelang akhir babak pertama mencetak satu lagi try sehingga ketika peluit berbunyi berhasil unggul tiga try lawan satu.</p>
<p>Babak kedua dimulai dan Wibowo sempat menggebrak dengan mencetak try terlebih dahulu, sekali lagi dengan mengandalkan crashing runs yang menggemparkan. Banyak pemain senior yang mulai ‘eling’ bahwa udara panas dan debu yang berterbangan dapat mengganggu kestabilan fisik yang mereka perlukan untuk sisa akhir pekan sehingga dengan legowo memberikan para pemain junior kesempatan untuk menggantikan mereka. Para pemain junior tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan dengan semangat memberikan permainan terbaik mereka. Silih berganti try terjadi namun pada akhir babak kedua, Ting-ting tetap unggul dua try, 35-25 atas Wibowo.</p>
<p>Dengan berakhirnya babak kedua ini, bisa saja pertandingan berakhir tetapi mengingat waktu sewa lapangan masih panjang dan semangat bermain masih tinggi ‘panitia’ memutuskan memainkan satu babak tambahan. Dengan gagah berani salah satu pemain lama yang baru bergabung kembali dan bermain untuk Ting-ting, Agustian, menunjukkan kepiawaiannya mengolah bola dengan menggocek pertahanan lawan. Tidak puas berkilau saat menyerang, Aguspun ingin menunjukkan kebolehannya menghentikan serangan dari tim Wibowo dengan berusaha Sumo, pemain tamu dari Front Row… BOOM! Agustian ‘dicium’ telak oleh kepala/ pundak Sumo dan terkapar dengan rahang terkunci dan pandangan melayang-layang. Terimakasih Sumo telah membagi 105 kilogram berat badanmu dan kaki drumstick KFC raksasamu dengan pemain Banteng… Jempol untuk Agustian yang menerimanya dengan gagah!</p>
<p>Pertandingan terus berlangsung dan melalui terobosan-terobosan Mono yang menundukkan kepala dan berlari lurus tanpa peduli apa yang menghadang, Wibowo berhasil mencetak beberapa tries yang cemerlang setelah fase kedua dan ketiga mendistribusikan bola ke sayap dimana wing temannya Jamal yang namanya lupa juga menerobos pertahanan Ting-ting. Acungan jempol untuk anak-anak junior seperti Aulia, Sude dkk yang terdistribusi di kedua tim. Juga untuk Sherman, Tommy dan Margha serta Thomas Taji yang selalu mengandalkan kekuatan individual untuk menggabungkannya dengan kekompakan tim masing-masing.</p>
<p>Didi yang melakukan comeback-nya, Kucluk &amp; Yucil yang berlari-lari bak tupai dan juga Yudi yang walaupun bermain untuk waktu yang relative singkat, namun menunjukkan ball handling dan attacking the gap yang sangat baik.<br />
Pada akhir pertandingan, Ting-ting unggul kira-kira 55 &#8211; 40.</p>
<p>Apakah hasil itu memuaskan? Apakah dengan Ting-ting berhak mendapatkan gelar pemegang Craig Senger Cup 2011 maka para pemain merasa senang?</p>
<p>Jujur saja, ketika pertandingan sudah selesaipun (dan tanpa mengurangi rasa hormat untuk Craig Senger Cup), para pemain bahkan sempat hamper lupa untuk melakukan upacara penyerahan piala… Bukan karena apa-apa, melainkan karena suasana begitu menyenangkan dan membesarkan hati sehingga kebahagiaan melihat anak-anak muda/ junior bermain dengan semangat cukup untuk membuai para anggota JBRC dan para pemain tamu dari Front Row…</p>
<p>Agustian mendapatkan jersey sebagi imbalan atas ‘ciuman’ dari Sumo, Ting-ting berfoto bersama dengan memegang Craig Senger Cup, minuman dingin tersedia baik yang berupa ringan maupun tidak ringan untuk semua yang hadir (thanks Denny!) dan obrolan mengenai pertandingan, perbaikan gerakan dan lain-lainpun berlangsung dalam suasana hangat dan akrab. Sebagai klub Rugby yang sedari dahulu selalu menekankan pentingnya pengembangan di tingkat muda, tidak ada yang lebih membesarkan hati daripada melihat para pemain junior menikmati hari yang indah ini dengan bermain dan belajar bersama para pemain senior.</p>
<p>JBRC kembali membuktikan dan mengamalkan bahwa Rugby memang bukan saja mengenai siapa yang menang dan kalah saat bertanding, tetapi lebih jauh lagi mengenai persaudaraan yang terjalin berdasarkan nilai-nilai sportifitas, saling menghargai dan keakraban yang melintasi perbedaan yang terlihat di permukaan.<br />
Semoga Craig Senger-pun tersenyum di alam sana, melihat kontinuitas positif ini berlangsung terus di Jakarta Banteng Rugby Club tercinta…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/12/12/craig-senger-cup-2011-%e2%80%93-regenerasi-akrab-tanpa-batas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah tercipta: Surabaya Rugby!</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/11/15/sejarah-tercipta-surabaya-rugby/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/11/15/sejarah-tercipta-surabaya-rugby/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 01:36:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[by Tito Vau Sabtu cerah, 12 November 2011 di Kota Pahlawan Surabaya&#8230; Di aula SMA St. Maria telah berkumpul puluhan siswa dengan mata penasaran tertuju pada layar yang sedang menunjukkan highlights video rugby. Decak kagum terdengar ketika tackle terlihat &#38; &#8230; <a href="http://jakartabanteng.com/2011/11/15/sejarah-tercipta-surabaya-rugby/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://twitter.com/BantengSugar">by Tito Vau</a><br />
</strong></p>
<p>Sabtu cerah, 12 November 2011 di Kota Pahlawan Surabaya&#8230; Di aula SMA St. Maria telah berkumpul puluhan siswa dengan mata penasaran tertuju pada layar yang sedang menunjukkan highlights video rugby.<br />
Decak kagum terdengar ketika tackle terlihat &amp; sorakan menggema ketika pemain di layar melakukan sidestep &amp; runaway try&#8230;<br />
Itulah suasana awal &#8220;Surabaya Rugby Workshop&#8221; yang diadakan Surabaya Rugby Club bekerjasama dengan Jakarta Banteng Rugby Club.</p>
<p>Setelah pemberian satu jam teori mengenai Rugby dari <a href="http://Twitter.com/Fikri_MA">Fikri</a>,<a href="http://Twitter.com/BantengSugar"> Tito</a> &amp; <a href="http://Twitter.com/drnugroho">Daniel</a> serta sesi tanya jawab singkat, para peserta semakin antusias untuk mencoba Rugby karena sudah hilang salah paham bahwa Rugby hanya dapat dimainkan oleh orang berperawakan tinggi dan besar.</p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/all.JPG" alt="" /></p>
<p>Workshop kemudian berpindah ke Lapangan Brawijaya dimana 54 siswa SMA St Maria ditambah sekitar selusin pemain Surabaya Rugby Club mengikuti teknik praktek passing, tackling, kicking, ruck &amp; maul, scrum dan lineout. Sungguh bersemangat para peserta meskipun terik panas menyengat matahari Surabaya yang terkenal terus menemani!</p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/tackling.JPG" alt="" /></p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/maul.JPG" alt="" /></p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/lineout.JPG" alt="" /></p>
<p>Bagian acara yang ditunggu-tunggupun tiba&#8230; Pertandingan Rugby Tens antara para pesertapun berlangsung dengan sangat meriah diiringi sorak sorai mereka yang menonton.</p>
<p><span id="more-127"></span></p>
<p>Meskipun lebih bersifat pertandingan &#8216;coba-coba&#8217; dimana wasit Daniel dan pelatih Fikri &amp; Tito sering memberikan koreksi terhadap peraturan maupun teknik permainan, tetap saja terasa serunya suasana kompetitif namun sportif dari sebuah pertandingan rugby sungguhan! Tim &#8216;Tomo Joyo&#8217; berhasil menang dengan unggul 2 try atas tim &#8216;Sanmar&#8217; yang keduanya dicetak oleh bakat baru Rugby, Ade!</p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/tunnel.JPG" alt="" /></p>
<p>Pada pertandingan eksibisi di penghujung acara, Tim &#8216;Old Banteng Young Bulls&#8217; juga berkesempatan main melawan &#8216;Surabaya Rugby&#8217; dan pertandingan sengit berlangsung diantara kedua team. Kemenangan hari itu adalah milik Rugby Indonesia karena sejarah telah tercipta dimana Rugby pertama kali dimainkan di Bumi Surabaya..</p>
<p>&#8220;Kami terkejut juga bahwa peserta membludak begitu banyaknya,&#8221; kata Putu selaku Ketua Surabaya Rugby, &#8220;kami bagaikan mendapatkan semangat baru selain antusiasme luar biasa melihat anak-anak muda Surabaya berpartisipasi pada acara ini. Kita akan segera atur latihan rutin dan mengembangkan di kalangan SMA dan juga Universitas di Surabaya. Pantau terus perkembangan kami di twitter<a href="http://Twitter.com/SurabayaRugby"> @SurabayaRugby</a>! Terimakasih banyak Jakarta Banteng yang sudah mau datang untuk acara ini! Kami akan segera melaksanakan kunjungan balasan!&#8221;</p>
<p>&#8220;Jakarta Banteng sudah mengembangkan Rugby di Jakarta sejak beberapa tahun yang lalu. Terobosan baru kami tahuni ini adalah kami berani melangkah lebih jauh untuk membantu Surabaya Rugby.&#8221; sambung Fikri, &#8220;Kami sangat terkejut melihat besarnya potensi yang dimiliki oleh Surabaya. Semua anak memilki potensi besar dan kita tidak akan kaget kalau dalam waktu dekat Surabaya Rugby akan menjadi rival berat Jakarta Banteng dalam turnamen Rugby di Indonesia!&#8221;</p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/team.JPG" alt="" /></p>
<p>Maju terus Surabaya Rugby! Terimakasih telah mengundang JBRC&#8230; Mudah-mudahan kita dapat berjumpa lagi secepatnya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/11/15/sejarah-tercipta-surabaya-rugby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banteng Pertahankan Gelar Juara Nasional Rugby 7s</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/10/03/banteng-pertahankan-gelar-juara-nasional-rugby-7s/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/10/03/banteng-pertahankan-gelar-juara-nasional-rugby-7s/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 09:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[by Tito Vau Assistant Coach/Tour Manager 2011 “The only place ‘success’ comes before ‘work’ is in the dictionary&#8230;” – Anonymous (Satu-satunya tempat dimana ‘keberhasilan’ didapatkan sebelum ‘kerja’ adalah di dalam kamus) Seberapapun besarnya cinta dan dedikasi seseorang terhadap Rugby, tentunya &#8230; <a href="http://jakartabanteng.com/2011/10/03/banteng-pertahankan-gelar-juara-nasional-rugby-7s/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>by Tito Vau</strong><br />
Assistant Coach/Tour Manager 2011</p>
<p>“The only place ‘success’ comes before ‘work’ is in the dictionary&#8230;” – Anonymous (Satu-satunya tempat dimana ‘keberhasilan’ didapatkan sebelum ‘kerja’ adalah di dalam kamus)</p>
<p>Seberapapun besarnya cinta dan dedikasi seseorang terhadap Rugby, tentunya dalam hati kecil terdalam ada keinginan bukan hanya untuk sekadar bermain tetapi juga untuk menang. Dilema yang kerap timbul adalah, seberapa besar yang kita rela korbankan demi dapat bermain dengan performa terbaik sehingga dapat mencapai kemenangan tersebut.</p>
<p>Apakah kita rela berkeringat, terengah-engah dan terkadang berdarah-darah demi mencapai tujuan? Apakah kita rela mempertaruhkan sedikit gesekan dengan keluarga, teman dan pekerjaan demi meraih cita-cita? Apakah pada akhirnya kita masih memiliki rasa “lapar” dan semangat sementara halangan dan rintangan sepertinya tiada akhir berusaha mematahkan kita?</p>
<p>Dengan semua tantangan baik individu maupun secara klub, Jakarta Banteng Rugby Club memulai petualangannya di tahun 2011 untuk berjuang dan mempertahankan gelar Juara Putra, Kejuaran Nasional Rugby 7s yang diadakan di Canggu Club – Bali, 24-25 September yang lalu. Namun tantangan sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum keberangkatan tim ke turnamen ini.</p>
<p>Dikarenakan jadwal Rugby World Cup 2011, turnamen tahun ini dimajukan untuk mengakomodir fans Rugby yang ingin menyaksikan pertarungan puncak olahraganya ini, sehingga persiapan umum JBRC sedikit terbatas dibandingkan tahun lalu. Sebagian besar persiapan tim bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Lebaran yang semakin mempersingkat waktu, sehingga persiapan umum fisik tidak seoptimal tahun lalu.</p>
<p>Meski demikian, Banteng tetap melakukan persiapan semaksimal mungkin. Pelatihan yang dipimpin Coach Jamie dimulai dengan perubahan pola bermain dari kebiasaan bermain XVs bergeser ke 7s, dilanjutkan dengan pendalaman teknik kemudian taktik 7s. Banyak sekali ilmu baru yang didapatkan pemain dan pada akhirnya terpilihlah tim terbaik yang akan diberangkatkan terdiri dari para pemain senior, baru dengan beberapa ‘newbies’ alias pendatang baru ke JBRC.</p>
<p><span id="more-125"></span></p>
<p>Sedikit drama-komedi terjadi di bandara Soetta ketika pemain yang telat berkumpul disepakati akan memakai rok selama tour ini. Michael Bavin dan Bahrul yang terakhir datang berebutan untuk berkumpul bersama Banteng lainnya. Bavin begitu bersemangatnya hingga menabrak hape Pak Ustadz jatuh ke lantai. Sementara Bahrul mencari-cari hape-nya, Bavin berlari ke Banteng dan Bahrulpun diserahkan rok mini pink untuk dipakai. Sayang, Bahrul merasa warna pink kurang cocok untuk tone kulitnya sehingga ia urung melaksanakan hukuman.</p>
<p>Setelah perjalanan singkat dan tiba di Pulau Dewata, seperti ritual tahun sebelumnya Banteng melakukan training ringan di Pantai Kuta pada sore hari. Walaupun adalah beberapa pedagang yang complain dengan pasir berterbangan yang sedikit mengenai turis yang sedang menikmati sunset, toh Pak Guru Musi yang selalu memiliki jawaban dengan tanggap membalas: “Sunset-nya aja ketutupan awan koq Pak&#8230; Santai aja kali&#8230; bentar lagi juga bebas dong&#8230;”</p>
<p>Malam harinya dilakukan team meeting di pinggir kolam renang hotel AP Inn (not recommended&#8230; hehehe) membahas persiapan untuk keesokan hari serta menentukan waktu berkumpul dan lain sebagainya. Malam terasa begitu panjang mungkin karena antisipasi pertandingan-pertandingan yang akan berlangsung besoknya&#8230; Namun Banteng sepakat bahwa semua kerja keras, usaha dan upaya serta takdir kini telah menyatukan kita dan esok hari menjelang, kami akan memberikan yang terbaik!</p>
<p>Pagi hari Banteng berkumpul dan secara kebetulan seorang ibu pemuka agama sedang melakukan persiapan berdoa di Pura hotel yang tidak recommended tadi itu. Banteng sepakat untuk meminta doa dan restu sebelum bertanding. Suasana khusyuk sementara ibu tersebut mengucapkan doa&#8230; Banteng berdiam dan mengikutinya&#8230; Tiba-tiba, ibu itu menciprati Tito dengan air, menaruh tangan di atas kepalanya dan merebut bola dari tangannya serta melemparkannya ke depan seraya berbicara dalam bahasa Sansekerta!</p>
<p>Tito hampir saja mengatakan bahwa dalam Rugby dilarang melakukan passing ke depan tetapi sadar bahwa itulah cara ibu tersebut memberikan restunya&#8230;.</p>
<p>Dengan menumpang dua mobil, Banteng memulai perjalanan ke Canggu. Belum satu kilometer dari hotel&#8230; mobil mogok karena habis bensin! Cecep deh&#8230; Untung saja Banteng tanggap dan mendorong mobil hingga ke tempat parkir yang aman. Rusman langsung tanggap dengan mengendarai ojek untuk membelikan bensin di pinggir jalan&#8230; Sungguh dedikasi tinggi dari pelestari lingkungan kita yang satu ini. Jempol untuk Rusman Bo’!</p>
<p>Banteng kemudian makan siang dulu di Pasar Senggol sambil berdendang melepas ketegangan dengan menyanyikan tembang lawas “Cerita Cinta” oleh Kahitna&#8230; Tepat sekali karena inilah cerita cinta Banteng terhadap Rugby! Heran sekali, ada satu pemain yang hanya menatap menerawang saat mendengarkan kata-kata lagu tersebut: “&#8230;berawal dari mata&#8230; indahnya senyuman&#8230; mengapa harus resah&#8230;” Bukan Scot lho&#8230; tapi itu tuh, ehm-ehm&#8230; Kakak itu tuh&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p>Singkat cerita, setibanya di Canggu Club terjadi sedikit perebutan jatah toilet karena hampir semua pemain ‘nanggung tadi pagi’ saat setoran ke jamban&#8230; Biasa itu, Banteng kan suka grogi di awal-awal&#8230;</p>
<p>Pertandingan pertama menghadapi Gosowong pun menjelang dan starting 7 Banteng diturunkan. Highlights pertandingan yang paling terkesan adalah deg-degan dikarenakan Daniel sempat terkeluar pundak yang cedera saat Timnas tahun ini! Untungnya, walaupun belum sempat memainkan permainan tercantiknya, Banteng dapat mengatasi lawan 21-5. Awal yang bagus meski distribusi bola belum maksimal ke wingers kita&#8230;</p>
<p>Pertandingan kedua melawan Matano berjalan sangat menegangkan dikarenakan nyaris beberapa kali defense Banteng terlalu ringan membiarkan lawan lewat. Untung sekali ada Yucil yang dengan berani berkomitmen untuk melakukan tackle-tackle keras.</p>
<p>Di game ini pula beberapa pemain baru diberikan kesempatan merumput dan mereka sangat tidak mengecewakan! Max bermain dengan baik ketika dipasang berduet di outside dengan Yucil dan dengan segala daya dan upaya, pada akhirnya Banteng unggul 12-0.</p>
<p>Game ketiga yang merupakan game terakhir di hari pertama turnamen, Banteng berhadapan dengan Bali Development alias Hanoman Black. Permainan Banteng semakin solid walaupun belum sempurna tapi saat peluit akhir ditiup, terlihat dominasi Banteng dari skor akhir yaitu 22-0.</p>
<p>Gelap malam mulai menyelimuti Bali ketika Banteng mencari makan malam&#8230; dimana lagi kalu bukan di&#8230; BU RUDI!!! Sayap-sayap ayam menyambut juara tahun 2010 dengan hangat dan pedas&#8230; Tiada kata dech&#8230; Yummy aja.</p>
<p>Malam itu Banteng tidur cepat-cepat setelah beberapa pemain melakukan ritual ice bath dikarenakan pertandingan pertama esok hari kickoff jam 8 pagi. Perempat final melawan Navy.</p>
<p>Dengan kantuk yang masih menggelantung di kelopak mata, Banteng menyambut pagi hari Minggu dengan tekad untuk meneruskan kemenangan. Sarapan singkat di pos satpam dengan nasi bungkus seharga empat ribu Rupiah harus mencukupi&#8230; Kita kembali ke medan laga menghadapi lawan.</p>
<p>Kickoff dimulai tidak lama dari setibanya Banteng di lapangan. Navy yang belum mengantongi kemenangan begitu bersemangat dan sempat beberapa kali mengeksploitasi kekurangan defense Banteng dengan permainan acak-acak namun menggebrak. Mereka merupakan salah satu dari dua tim yang mencetak try melawan Banteng selain Gosowong, namun Banteng tetap unggul 17-7.</p>
<p>Menunggu pertandingan kedua, banyak Banteng yang tertidur menikmati angin sepoi-sepoi yang menyapu Canggu. Ta’ke Denny, Musi dan Bahrul, Max dan Akmal sempat lah tertidur atau tidur-tidur ayam sejenak. Kalau Alton? Enggaklah&#8230; Ia mengusir kantuk dengan meregangkan kakinya ke tenda seberang&#8230; ‘nuff said.</p>
<p>Memasuki semifinal, Coach Jamie tiba di Canggu dan suasana menjadi lebih serius. Sampoerna, Marlboro dan Dunhill hilang dari pandangan&#8230; walaupun tetap ada sih&#8230;</p>
<p>Di semifinal, Banteng bertemu dengan Sumbawa Naga oi, oi, oi, beserta Nagettes Cheerleaders-nya&#8230; Yang penting sih bukan cheer-nya tetapi mainnya&#8230; Yucil kembali menunjukkan kegilaan tacklingnya pada pertandingan ini! Musi akhirnya mencetak juga try dan Marco mengeluarkan keganasan dan keberingasannya walaupun sempat cut-in ketika seharusnya menghajar lurus. Toh pada akhirnya, skor 19-0 untuk Banteng.</p>
<p>Secara mengejutkan, Kotekas mengalami kekalahan dar Gosowong di semifinal yang satunya sehingga partai puncak adalah ‘ulangan’ pertandingan perdana yaitu Banteng VS Gosowong!</p>
<p>Kickoff dimulai dan mulailah keluar permainan Banteng yang indah untuk disaksikan (akhirnya!). Try pertama dicetak Banteng dan kemudian terjadi beberapa call yang membingungkan dari wasit. Memang sih, beliau juga pastinya berusaha untuk melakukan sebaik mungkin tetapi beberapa calls-nya benar-benar tidak dapat dimengerti. Bukan kami bilang mau complain lho&#8230; Tapi ya gitu dech&#8230;</p>
<p>Gosowong berhasil membalas dengan try sebelum paruh waktu dan skor 5-5 ketika babak kedua dimulai. Tegang!</p>
<p>Disinilah terlihat betapa bergunanya persiapan yang telah dilakukan oleh Banteng. Tanpa mengenal menyerah, Banteng konsisten dengan pola Sevens yang telah dilatih oleh Jamie. Bola semakin lancar terdistribusi. Bola-bola cepat dari scrumhalf Fikri semakin baik dan Bavin pun cepat passing ke luar.</p>
<p>Akmal dengan kecepatannya berlari kencang dan menarik tackler sebelum melepaskan pass ke Musi atau Max. Darius konsisten menghajar lawan yang berani masuk ruck dan Alton yang akhirnya diizinkan bermain kembali oleh Coach tidak mengecewakan dengan beberapa kali melakukan terobosan. Scot sangat baik dalam merebut bola lawan, kerjasama dengan Daniel. Fendy alias Bruce Lee dengan berani mengguncang dan mengganggu setiap scrum dan dengan cekatan berusaha selalu mengambil quick tap. Rusman tanpa ampun menghantam lawan berulang kali dan Bahrul bermain sangat baik ketika menggantikan Fikri di scrumhalf maupun ketika Yucil tidak dapat melanjutkan tugasnya di wing. Max melakukan tackle-tackle hingga berdarah-darah kepalanya&#8230; Yucil? Aduh&#8230; Yucil bermain layaknya ksatria mini di lapangan&#8230; Banteng sangat beruntung memiliki pemain yang hati dan semangatnya begitu besar ini&#8230; (walaupun badannya masih kecil ya&#8230;)</p>
<p>Tiga try (satu conversion) di babak kedua ini mengakhiri perlawanan Gosowong untuk kedua kalinya pada turnamen ini&#8230; Banteng unggul 22-5 dan mempertahankan gelar Juara Nasional Rugby 7s Putra di tahun 2011 ini!</p>
<p>Seperti biasa, tour virgins melakukan pawai cangcut, bir mengalir dan tawa candapun terdengar&#8230; Bebas dong&#8230;</p>
<p>Sementara ini berlangsung, Yucil ditemani Akmal dan Denny pergi ke RS untuk memeriksa cedera pipinya&#8230; Sebagai catatan, cedera ini membuat mukanya semakin mirip Daus Mini dengan tampangnya yang menahan sakit dan tidak dapat tersenyum tersebut. Sejuta jempol untuk Yucil!</p>
<p>Akhir hari itu diisi Banteng dipimpin Captain Daniel menari-nari bersama Kotekas yang menyanyikan lagu: “&#8230; (piala itu) Banteng yang punya, Banteng yang punya&#8230;” Sungguh respek untuk Koteka, sembari mewanti-wanti bahwa mereka akan semakin ‘lapar’ untuk merebutnya dari Banteng tahun depan.</p>
<p>Kembali ke hotel dengan badan lelah namun hati yang riang. Pengorbanan dan hasrat terbayar dengan berhasil dibawanya Piala Kejurnas Rugby 7s sekali lagi ke Jakarta.</p>
<p>Tour yang indah, tidak terdapat cedera serius&#8230;</p>
<p>Terimakasih untuk dukungan semua Banteng, sponsor, serta pendukung lainnya. Kerja keras memang terbukti menghasilkan sukses&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/10/03/banteng-pertahankan-gelar-juara-nasional-rugby-7s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JUARA NASIONAL 7s!</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/09/27/juara-nasional-7s/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/09/27/juara-nasional-7s/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 03:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Truth be told, we won the Indonesian 7s CUP at Bali Rugby Fest 2011! Two years in a row! Captain&#8217;s and Manager&#8217;s report will be available soon. Cheers, Fikri]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Truth be told, we won the Indonesian 7s CUP at Bali Rugby Fest 2011! Two years in a row! </p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/BantengBali2011.jpg" alt="" /></p>
<p>Captain&#8217;s and Manager&#8217;s report will be available soon. </p>
<p>Cheers,<br />
Fikri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/09/27/juara-nasional-7s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jak &#8211; Japan Matsuri Rugby 2011</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/09/18/japan-jakarta-matsuri-rugby-2011/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/09/18/japan-jakarta-matsuri-rugby-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 10:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[By Tito Vau Untuk kesekian kalinya, Jakarta Banteng Rugby Club (Banteng) berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan melawan Jakarta Japan Rugby Gila (Samurai) sebagai bagian dari rangkaian Festival Kebudayaan Jepang, “Japan Jakarta Matsuri 2011” di Lapangan ABC Senayan hari Minggu, 18 September &#8230; <a href="http://jakartabanteng.com/2011/09/18/japan-jakarta-matsuri-rugby-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>By Tito Vau</strong></p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/bantengmatsuri.jpg" alt="" /></p>
<p>Untuk kesekian kalinya, Jakarta Banteng Rugby Club (Banteng) berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan melawan Jakarta Japan Rugby Gila (Samurai) sebagai bagian dari rangkaian Festival Kebudayaan Jepang, “Japan Jakarta Matsuri 2011” di Lapangan ABC Senayan hari Minggu, 18 September 2011.</p>
<p>Walaupun kedua tim terkenal akan persaingan sengitnya saat kompetisi serius bergulir, saat Matsuri berlangsung lebih merupakan wujud persaudaraan Rugby internasional, dimana kedua skuad mempererat talian persahabatan antara kedua tim dan juga kedua negara. Hal tersebut terlihat dari jumlah keluarga pendukung pemain kedua tim yang hadir, cinderamata yang saling ditukar maupun makanan dan minuman yang tersedia. Sungguh merupakan sebuah suasana festival dalam arti yang sesungguhnya!</p>
<p><span id="more-118"></span></p>
<p>Format pertandingan adalah “Rugby Tens” dimana masing-masing tim terdiri dari 10 pemain dan bermain untuk dua kali 10 menit saja. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dilaksanakan dua pertandingan dimana pertandingan pertama merupakan Banteng melawan Samurai dan pertandingan kedua berlangsung antara dua tim yang telah dicampur dari kedua tim.</p>
<p>Kickoff game pertama dilakukan oleh Samurai dan langsung diterima baik oleh Banteng. Tahap-tahap awal pertandingan yang terkenal sangat menentukan, Banteng sedikit terlihat kurang terstruktur dan tidak rapi dalam memainkan bola yang dipegang. Beberapa kali bola terlepas saat terjadi ruck dan beberapa kali pula terjadi knock-on oleh para pemain Banteng.</p>
<p>Strategi Samurai yang bermain fisikal saat ‘breakdown’ dan senantiasa maju melalui terobosan tengah berhasil menggoyangkan pertahanan Banteng. Bola-bola fase berikutnya, Samurai melebarkan bola ke sayap dan berhasil masuk jauh ke wilayah Banteng. Beruntung, beberapa kali terjadi kesalahan pula yang dilakukan oleh Samurai sehingga terpaksa terjadi ‘scrums’.</p>
<p>Serangan Banteng selalu terkendala oleh beberapa pemain backs, khususnya para pemain baru, yang berdiri terlalu datar sehingga sulit untuk meneruskan momentum yang ada. Pada akhirnya, kegigihan para Samurai berhasil pula mencetak try sehingga pada saat turun minum, skor 5-0 untuk Samurai.</p>
<p>Beberapa perubahan dilakukan oleh Banteng maupun Samurai pada waktu istirahat. Beberapa forward besar dimainkan oleh Banteng dan berhasil menstabilkan scrums maupun rucks dan mauls yang terjadi. Backs Banteng akhirnya menemukan irama mereka dan berkat passing yang melebar serta kecepatan pemain luar berhasil membalas dengan try yang berhasil dikonversi. Kedudukan 5-7 untuk keunggulan Banteng.</p>
<p>Samurai meningkatkan tempo permainan namun defense yang membaik dari Banteng dan upaya untuk justru memperlambat tempo dengan sesekali menorobos membuahkan hasil dengan tercetaknya try kedua oleh Banteng. Kedudukan kini 5-12.<br />
Waktu berjalan terus dan pemain mulai mengalami keletihan di udara Jakarta yang semakin panas. Konsentrasipun turun dan Samurai berhasil menggiring bola hingga kurang dari satu meter menjelang garis try line Banteng. Upaya untuk menghentikan try berhasil pada awalnya, namun terjadi overlap pada sisi lapangan kanan sehingga ketika bola keluar, Samurai dengan cerdik melebarkan bola dan berhasil mencetak try terakhir. 10-12.</p>
<p>Tim Banteng yang lebih mengandalkan pemain baru dan junior pada kali ini, mengingat para pemain inti sementara dalam tahap-tahap akhir persiapan Kejurnas Rugby 7s di Bali, memang memerlukan waktu untuk menemukan bentuk permainan yang cocok dan solid. Namun demikian, salut layak diberikan kepada beberapa pemain yang untuk pertama kalinya melakukan debut sebagai pemain Banteng dalam pertandingan resmi. Echo UNJ, Marco dan Aceh serta Sherman merupakan pemain-pemain baru selain beberapa junior binaan alumni dan siswa PP Darunnajah. Sangat menyenangkan juga melihat beberapa pemain lama yang secara khusus datang ke lapangan untuk kembali merumput seperti Yudha, Oscar, Devain dan Denny.</p>
<p>Pertandingan pertama berakhir dengan kemenangan tipis untuk Banteng 10-12.</p>
<p>Pada pertandingan kedua dimana kedua tim dijuluki Tim Kuning dan Tim Biru, Tim Kuning cenderung mendominasi pertandingan dengan mencetak dua try cepat saat pertandingan baru dimulai. Tim Biru sempat melakukan beberapa kali terobosan yang nyaris menghasilkan angka, namun masih kurang beruntung.</p>
<p>Kedua tim lebih berfokus pada upaya untuk memberikan penonton permainan Rugby yang lepas, menyerang dan cantik untuk dilihat sehingga skor akhir tidak terlalu berarti. Namun jelas, Tim Kuning mencetak lebih banyak try sehingga layak memenangkan pertandingan. Sebuah catatan adalah hadirnya Bobby untuk menjadi wasit di babak kedua pertandingan kedua.</p>
<p>Suasana hangat terus berlanjut hingga akhir pertandingan dan bahkan sesudahnya. Foto bersama dilakukan dibawah spanduk Jakarta Japan Matsuri yang terpampang di bawah tiang gol Rugby. Salam hangat, nyanyian dan ucapan terimakasih serta pertukaran cinderematapun menambah rasa senang di hari yang panas tersebut.</p>
<p>Santap siang bersama, canda gurau dan obrolan seputar Rugby dan kehidupanpun berlangsung antara dua klub Rugby yang berasal dari dua bangsa tersebut.</p>
<p>Kala tiba saatnya untuk berpisah, tidak banyak yang mengingat skor maupun kejadian-kejadian di lapangan, melainkan harapan untuk kiranya dapat kembali berjumpa teman-teman dari negeri Sakura ini, untuk bertanding kembali&#8230; Suatu waktu nanti&#8230;</p>
<p>(TV)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/09/18/japan-jakarta-matsuri-rugby-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beradu di Lapangan Berkawan Sesudahnya</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/09/14/beradu-di-lapangan-berkawan-sesudahnya/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/09/14/beradu-di-lapangan-berkawan-sesudahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 07:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Artikel di Media Indonesia, Jumat 09 September 2011. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Unduh pdf nya di sini &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- Jakarta Banteng Club Beradu di Lapangan Berkawan Sesudahnya Rugbi bukan semata olahraga dengan kontak fisik. Itu juga memiliki filosofi dalam kehidupan. CHRISTINE FRANCISKA CAHAYA lampu &#8230; <a href="http://jakartabanteng.com/2011/09/14/beradu-di-lapangan-berkawan-sesudahnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel di Media Indonesia, Jumat 09 September 2011.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<img src="http://jakartabanteng.com/picts/epaper.JPG" alt="epaper Media Indonesia" /></p>
<p>Unduh pdf nya di <a href="http://jakartabanteng.com/picts/epaper.zip">sini</a><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Jakarta Banteng Club<br />
Beradu di Lapangan Berkawan Sesudahnya<br />
</strong><br />
Rugbi bukan semata olahraga dengan kontak fisik. Itu juga memiliki filosofi dalam kehidupan.</p>
<p><strong>CHRISTINE FRANCISKA</strong></p>
<p>CAHAYA lampu sorot di lapangan hijau itu menyala pukul tujuh malam. Dari kejauhan suara teriakan yang sahut- menyahut terdengar nyaring. Sebagian pemain terlihat berlari, sementara yang lain berusaha menghadang. Tak jarang tumbukan dan gesekan di antara kedua tim terjadi.</p>
<p>Tiap Senin dan Rabu, lapangan sepak bola di daerah Simprug, Jakarta Selatan, itu berubah fungsi menjadi lapangan rugbi. Sejak 2005, Jakarta Banteng Club (JBC) sudah rutin latihan ditemani pelatih. Sebagai hobi, mereka terlihat serius menggarap rugbi, dengan harapan olahraga itu bisa berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Uniknya, pemainnya datang dari latar belakang beragam. Dari Indonesia bagian timur, barat, hingga kaum ekspatriat campur menjadi satu. Usianya pun bervariasi antara 14 dan 40 tahun. </p>
<p>“Komunitas kami sangat mix culture. Semua orang punya latar belakang yang berbeda. Tapi entah kenapa, itu yang justru bikin kita sangat kekeluargaan,” kata Fikri Al-Azhar, 29, salah satu pegiatnya. Fikri yang sehari-hari bekerja di sebuah yayasan mengenal rugbi sejak 2005. Ia merasa tertarik dengan olahraga itu karena menuntut disiplin tinggi dan kerja tim yang kuat. Sebagai olahraga yang menuntut untuk melakukan kontak fisik, rugbi juga dinilai sebagai sarana yang pas untuk menyalurkan emosi. “Kalau di rugbi, emosi dan tenaga sudah habis untuk menekel lawan. Makanya kita enggak pernah berantem. Beda dengan sepak bola atau basket. Mereka tidak bisa menyalurkan emosi jadi gampang tersulut konflik di lapangan,” jelas pria yang kini didaulat sebagai Ketua JBC.</p>
<p><strong>Nilai hidup</strong><br />
Lebih dari itu, menurut Tito Vau, 39, yang bermain rugbi sejak umur tujuh tahun, permainan rugbi mencerminkan sebuah mikro kosmos kehidupan manusia. Seperti hidup, ada kalanya pemain harus berlari sendirian. Di saat-saat tertentu ia juga memerlukan bantuan dan ditolong orang. Kadang pemain juga harus lari dari masalah. Namun, tak jarang, ia juga harus belajar menghadapinya dan menerjang sekuat tenaga.</p>
<p>“Sama juga seperti hidup,kita bisa kalah dan menang. Tapi apa pun hasilnya, kita harus maju terus, berusaha terus hingga pertandingan selesai,” kata Tito. “Dalam rugbi kita juga harus menghargai lawan sama seperti kita menghargai tantangan dalam hidup. Jika tak ada lawan dan tantangan, apa serunya permainan?” Sebagai salah satu pemain senior, Tito memang sering memperhatikan bagaimana karakter orang ketika bermain rugbi. “Orang yang gigih akan nabrak terus dan yang penakut akan cepat menyerah. Karakter manusia bisa tecermin dalam satu permainan. Banyak nilai nilai hidup saya pelajari dari rugbi,” lanjutnya. Tito yang kini aktif menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi mengenal rugbi sejak sekolah di Australia. Setelah bekerja, ia sempat vakum bermain tapi kembali menekuninya sejak menemukan Jakarta Banteng Club lewat internet. Menurut Tito yang juga pernah bermain di belasan klub, JBC memiliki rasa persaudaraan yang paling kental. “Kita punya saling menghormati. Ada perbedaan ras dan usia, tapi tak jadi penghalang.”</p>
<p>Sejak lama Di negara-negara persemakmuran Inggris, olahraga ini memang cenderung populer. Di negara seperti Singapura dan Malaysia, klub rugbi tergolong kuat dan maju. Namun, di Indonesia, olahraga ini baru masuk pada 1970-an, dibawa kaum ekspatriat yang kebanyakan bekerja di perusahaan pertambangan. Pada 2004, terbentuklah Asosiasi Pengembang Rugby Indonesia yang digagas ekspatriat dan orang lokal. Setahun kemudian terbentuk Jakarta Banteng Club yang latihan rutin tiap Senin dan Rabu. Awalnya, tak banyak orang tertarik. Walau latihannya tidak dipungut biaya apa pun, rugbi masih terkesan asing di telinga masyarakat. Anggapan olahraga itu keras dan berbahaya juga jadi penghambat. “Pernah latihan yang datang Cuma tiga orang. Akhirnya ya batal. Enggak mungkin main bertiga saja,” kata Fikri. Seiring dengan berjalannya waktu, kini rugbi mulai dikenal. Terutama jadi popular di kalangan SMA yang membentuk klub rugbi di sekolahnya. Anggota JBC juga makin bertambah hingga lebih dari 50 orang. Tiap tahunnya, ada dua kejuaraan besar yang bisa dijajal, yaitu Bali Rugby Fest dan Jakarta Rugby Tournament. “Tahun lalu kita menang di Bali. September ini akan kembali bertanding untuk mempertahankan juara,” lanjut Fikri. Banyak orang salah kaprah dengan menyamakan rugbi dengan American football. Walau memakai bola yang sama, peraturan kedua olahraga itu jauh berbeda. Dari segi kostum misalnya, pemain rugbi tidak perlu memakai set pelindung bahu, pinggul, siku, serta helm. Aturan yang berlaku dalam rugbi pun berbeda. Misalnya, bola tidak boleh dilempar ke depan, tapi harus ke belakang.</p>
<p>Tak seperti American football yang memiliki tim penyerang dan bertahan, rugbi hanya memiliki satu bagian tim yang terdiri dari 15 atau 7 pemain. Karena itu, intensitas permainan rugbi tak sekeras American football.<br />
“Kita tidak pernah ada konflik di lapangan. Seusai pertandingan pasti bersalaman, saling beri semangat, dan ucapkan terima kasih. Kita selalu diajarkan bahwa apa yang terjadi di lapangan, tinggalkan di lapangan,” kata Tito. (M-6)</p>
<p>christine@mediaindonesia.com</p>
<p><strong>Testimoni</strong></p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/daniel.JPG" alt="" /><br />
<strong>Daniel R Nugraha, 22<br />
Mahasiswa Universitas<br />
Tarumanegara Jakarta</strong></p>
<p>“DULU, seperti anak SMA lain saya suka main basket atau sepak bola. Tapi sejak kenal rugbi lewat teman, saya jadi jatuh cinta sama olahraga ini. Saya enggak pernah bosan berlatih karena tiap latihan kita selalu belajar hal baru. Hal kecil seperti kurang komunikasi, misalnya, ternyata sangat penting. Sportivitas juga dijunjung tinggi. Selain latihan Senin dan Rabu, saya juga rajin lari dan fitness untuk latihan fisik. Inginnya nanti bisa betul-betul bermain profesional di luar negeri.”</p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/yucil.JPG" alt="" /><br />
<strong>Ari Yudha Pramono, 17<br />
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta</strong></p>
<p>“RUGBI bukan olahraga untuk orang bertubuh besar saja. Saya yang badannya kecil pun bisa gabung karena saya bisa lari lebih lincah daripada yang lain. Banyak yang bilang olahraga ini berbahaya, tapi bukannya semua hal yang kita kerjakan memang punya risiko tertentu? Untungnya saya memang enggak pernah cedera parah hingga patah tulang. Rugbi itu beda dari yang lain, tidak monoton karena membutuhkan kekuatan fisik, pikiran, juga kecepatan.”</p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/bavin.JPG" alt="" /><br />
<strong>Michael Bavin, 25<br />
Pengusaha</strong></p>
<p>“WAKTU saya sekolah di Australia, rugbi memang jadi mata pelajaran wajib. Setelah kembali ke Indonesia, saya bergabung di Jakarta Banteng Club untuk main lagi. Tapi, saya main sebatas hobi. Latihannya memang agak berbeda jika dibandingkan dengan di Australia dulu. Tapi yang saya suka di klub ini adalah kekeluargaannya sangat kuat. Untungnya, orang lokal juga banyak yang mengerti bahasa Inggris jadi saya tidak kesulitan untuk berkomunikasi.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/09/14/beradu-di-lapangan-berkawan-sesudahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bali Rugby Fest 2011</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/09/14/bali-rugby-fest-2011/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/09/14/bali-rugby-fest-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 05:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[PREPARE YOURSELF!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PREPARE YOURSELF!!</p>
<p><img src="http://jakartabanteng.com/picts/Bali_Rugby_Fest_2011.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/09/14/bali-rugby-fest-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rugby Gears for sale!</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/07/15/rugby-gears-for-sale/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/07/15/rugby-gears-for-sale/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 03:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta Banteng kembali menjual beberapa barang2 rugby! model: @nanathnadia &#8211; Thanks Nath! Rugby Ball: Gilbert : IDR 220.000,- Dunlop: IDR 150.000,- Mitre : IDR 200.000,- Black Hawk: IDR 150.000,- Head gear: IDR 160.000,- Gilbert Atomic Shoulder Protection: IDR 510.000,- Gilbert &#8230; <a href="http://jakartabanteng.com/2011/07/15/rugby-gears-for-sale/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta Banteng kembali menjual beberapa barang2 rugby!</p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/dunlop.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/mitre.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/blackhawk.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/headgear.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/shoulderpad.jpg" border="0" alt="" /><br />
model: @nanathnadia &#8211; Thanks Nath!</p>
<p><strong>Rugby Ball:</strong><br />
Gilbert : IDR 220.000,-<br />
Dunlop: IDR 150.000,-<br />
Mitre :  IDR 200.000,-<br />
Black Hawk: IDR 150.000,-</p>
<p><strong>Head gear:</strong> IDR 160.000,-</p>
<p><strong>Gilbert Atomic Shoulder Protection:</strong> IDR 510.000,-<br />
<strong>Gilbert Chieftain Shoulder Protector: </strong>IDR 640.000,-</p>
<p>biaya pengiriman (shipping cost) ditanggung pembeli ya!</p>
<p>hubungi kita via website ini, twitter @JakartaRugby atau di facebook!</p>
<p>cheers,<br />
admin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/07/15/rugby-gears-for-sale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Skybattle ’11 Rugby Festival: Ketika Hati &amp; Jiwa Terpikat si Bola Lonjong!</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/02/21/skybattle-%e2%80%9911-rugby-festival-ketika-hati-jiwa-terpikat-si-bola-lonjong/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/02/21/skybattle-%e2%80%9911-rugby-festival-ketika-hati-jiwa-terpikat-si-bola-lonjong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 09:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[oleh Tito Vau Secara harfiah, ‘Skybattle’ yang merupakan acara tahunan SMA Labschool Kebayoran dapat diartikan sebagai ‘Pertempuran di Langit’. Tentunya pertempuran seperti dilukiskan melalui judul acara, diharapkan berlangsung sengit, akbar dan penuh semangat. Rugby Festival yang diadakan dalam rangkaian acara &#8230; <a href="http://jakartabanteng.com/2011/02/21/skybattle-%e2%80%9911-rugby-festival-ketika-hati-jiwa-terpikat-si-bola-lonjong/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh <a href="http://twitter.com/BantengSugar">Tito Vau</a></p>
<p>Secara harfiah, ‘Skybattle’ yang merupakan acara tahunan SMA Labschool Kebayoran dapat diartikan sebagai ‘Pertempuran di Langit’. Tentunya pertempuran seperti dilukiskan melalui judul acara, diharapkan berlangsung sengit, akbar dan penuh semangat. Rugby Festival yang diadakan dalam rangkaian acara inipun terbukti demikian!</p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/Lab.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Dengan dukungan tim Chalkway Productions dari STP Trisakti dan  Jakarta Banteng Rugby Club selaku pihak yang turut menyelenggarakan, Skybattle ’11 Rugby Festival dimulai pada pagi dimana langit menantang bersamaan dengan turunnya hujan lebat yang mengguyur lapangan.</p>
<p>Namun udara dingin dan lumpur yang menggenang tidak menyurutkan semangat para peserta dalam pertarungan Rugby Sevens tingkat SMA se-JABODETABEK ini! Tepat pukul 07.00 pagi, Lapangan GOR Pertamina Simprug menjadi saksi kehangatan para tim rugby sekolah menengah atas yang telah berkumpul, mempersiapkan diri untuk menantang sesama tim dalam olahraga yang keras namun sangat terkenal akan sportifitasnya tersebut.</p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/PL1.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>“Kami sempat mengkhawatirkan jumlah pengunjung maupun kondisi lapangan,” kata Kak Didi dari STP Trisakti yang juga merupakan salah satu pemain handal JBRC, “namun cuaca membaik, penonton berdatangan dan seluruh pertandingan dapat dilakukan tanpa terjadinya cedera yang serius.”</p>
<p>Pertandingan pool dilangsungkan hingga tengah hari, diselingi berbagai atraksi dan performance dari musisi dan dancers, beatbox hingga bartending yang dilakukan para mahasiswa STP Trisakti. Suasana ceria terus berlanjut dengan diiringi musik yang dimainkan serta komentator-komentator kocak dari para ‘senior’ ruggers dari Jakarta Banteng Rugby Club.</p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/Lab1.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>JBRC juga menyelenggarakan pertandingan perpisahan untuk David Reid, salah seorang pemain JBRC yang sebentar lagi akan berangkat ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya. ‘JBRC Batik’ &#038; ‘JBRC Old Boys’ bertarung dengan sengit dan keras dimana seluruh pemain berusaha maksimal untuk memberikan ‘Reidy’ pelepasan hangat melalui pertandingan Rugby yang seru. Hasil 0-0 memang pantas karena sengitnya usaha kedua tim yang merupakan saudara-saudara dalam Rugby tersebut.</p>
<p> “Saya akan selalu mengenang hari ini,” kata David Reid dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, entah oleh karena luapan emosi atau terkena lumpur, “Sangat bangga untuk menjadi bagian dari Banteng Brotherhood&#8230; dan sangat senang juga melihat para penari-penari yang cantik-cantik tadi&#8230; hahaha&#8230;.”</p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/Al.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/Al1.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p> Seluruh tim yang berpartisipasi memainkan tiap pertandingan secara keras namun sportif dan terlihat betapa pelatihan yang telah diberikan selama ini, disertai keinginan untuk belajar dari para pemain yang masih relatif belia, menghasilkan pertarungan dengan tingkat permainan yang semakin membaik dari acara-acara serupa sebelumnya. SMA Pangudi Luhur yang merupakan ‘anak bawang’ dalam kancah rugby SMA Jabodetabek menunjukkan determinasinya yang tinggi walaupun baru berlatih selama kurang dari dua minggu. Mereka menempatkan timnya dalam final Britmindo Plate melawan Labschool B.</p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/PL.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p> “Wah&#8230; acara ini meriah sekali!” kata Fadli selaku Ketua Panitia Rugby Festival Skybattle ’11 yang juga merupakan pemain SMA Labschool, “kami sangat gembira dengan antusiasme sekolah-sekolah yang ikut serta dan juga penonton yang hadir. Semoga semakin banyak orang yang cinta sama Rugby di Indonesia.”</p>
<p> Pada pertandingan final sebelumnya, Jakarta Combined Schools merebut AEL Bowl setelah memenangkan pertandingan melawan Darunnajah 2. Suatu hal yang sangat menarik adalah hadirnya Zoe, pemain JCS yang merupakan satu-satunya putri yang bermain pada divisi ‘tackle’ putra kali ini. Tak pelak, setiap kali Zoe mendapatkan bola maupun melakukan tackle, ia mendapatkan tepuk tangan dan decak kagum dari seluruh penonton yang hadir, terutama dari arah tenda SMA Pangudi Luhur.</p>
<p> Di Britmindo Plate Final, pertandingan sempat diperpanjang karena kegigihan Pangudi Luhur mencetak try melawan SMA Labschool di detik-detik akhir waktu pertandingan reguler. Tim dari PL kemudian menunjukkan karakter pantang menyerahnya dengan mencetak ‘Golden Try’ pada saat perpanjangan waktu untuk membawa pulang penghargaan Rugby pertama untuk sekolahnya.</p>
<p>Tim Putri dari Labschool Kebayoran menggondol Laing O’Rourke Cup dengan mengalahkan Tim Putri SMA Al-Chasanah pada pertandingan final melalui aksi gemilang MVP Putri Inez didukung oleh kawan-kawannya yang bermain sangat apik dan lincah.</p>
<p> “Untuk kami dari Chalkway Productions, ini merupakan pertama kalinya untuk membantu menyelenggarakan acara seperti ini,” kata Hani selaku perwakilan dari Chalkway, “tapi ternyata seru juga ya!”</p>
<p>Pada pertandingan final untuk Putra, SMA Darunnajah terlalu tangguh untuk Tim SMA Al-Chasanah dan berhak memborong Laing O’Rourke Cup. Pemain SMA Darunnajah, Adi juga dinobatkan sebagai MVP Putra.</p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/DN1.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/DN2.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/DN.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>“Suasana ini luar biasa membanggakan untuk kami di JBRC,” kata Ketua Jakarta Banteng Rugby Club Fikri Al-Azhar, “inilah wujud nilai-nilai Rugby yang terbentuk dalam penyelenggaraan turnamen yang sukses. Latihan yang dilakukan anak-anak Banteng di sekolah-sekolah, kerjasama dan saling mendukung berbuah manis dengan meriahnya acara ini.”</p>
<p> “Banyak anggota Banteng yang telah berhasil masuk ke Timnas baik untuk Rugby XVs maupun Rugby 7s, tapi regenerasi dan peremajaan pemain serta perkembangan ke basis pemain lokal yang lebih giat lagi merupakan idaman kita,” lanjut Fikri. “Anak-anak SMA bahkan SMP &#038; SD, baik putra maupun putri akan menjadi andalan Rugby Indonesia masa depan&#8230;”</p>
<p> Skybattle pun usai dan lapangan berangsur-angsur sepi ditinggalkan para pemain rugby junior. Mereka bahkan tidak lagi menghiraukan pertandingan sepakbola yang selanjutnya dipertandingkan&#8230; Hati dan jiwa anak muda di Indonesia kini telah sungguh-sungguh tersentuh oleh Si Bola Lonjong!</p>
<p>Rugby Mantap! </p>
<p>photos: https://www.facebook.com/album.php?aid=264562&#038;id=235866227956</p>
<p>video: http://vimeo.com/dennypeh/skybattlerugby2011</p>
<p>http://www.facebook.com/video/video.php?v=10150124888083265</p>
<p><iframe width="640" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/ese4P9o76AI?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/02/21/skybattle-%e2%80%9911-rugby-festival-ketika-hati-jiwa-terpikat-si-bola-lonjong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SKY BATTLE 2011: Rugby Fest!</title>
		<link>http://jakartabanteng.com/2011/01/29/sky-battle-2011-rugby-fest/</link>
		<comments>http://jakartabanteng.com/2011/01/29/sky-battle-2011-rugby-fest/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 09:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakartabanteng.com/2011/01/29/sky-battle-2011-rugby-fest/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jakartabanteng.com/picts/skybattle.jpg" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakartabanteng.com/2011/01/29/sky-battle-2011-rugby-fest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

